Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku (DPP Al-Mulk).REDAKSI JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku (DPP Al-Mulk) turut menyikapi terkait terkuaknya kasus buka-tutup situ judi online di Kementrian Komdigi, sebelumnya Kominfo. Menurut Fauzan Ohorella, Ketua Umum DPP Al-Mulk bahwa pengungkapan kasus “geng judol” oleh Polri dalam hal ini Polda Metro Jaya perlu diberikan apresiasi.

“Kami apresiasi Polda Metro Jaya yang telah meringkus 16 orang dari unsur Komdigi dan sipil dalam kasus buka-tutup akses situs judi online. Menurut kami ini komitmen Polri dalam berantas penyakit masyarakat terkait judi udara (judol).” Ujar Fauzan Ohorella (11/11/2024).
Selain itu, DPP Al-Mulk meminta agar polri turut memeriksa Budi Arie Setyadi eks Menkominfo yang diduga terlibat dalam pengamanan situs-situs judi online. Fauzan mengatakan, bahwa banyak postingan beredar di sosial media terkait orang dekat Budi Arie yang turut di tangkap dalam kasus tersebut.
“Infonya begitu, ada salah satu temannya (Budi Arie) yang turut di tangkap dengan uang 50 M, diduga hasil dari pengamanan situs judol.”
@redaksi.jakarta
Fauzan juga menekankan, bahwa polri harus berani mengungkap dan menindak siapapun yang menjadi beking terhadap situs judi online. Tidak boleh terhalang oleh kekuasaan atau kekuatan dalam hal penegakan hukum. Sehingga publik tidak berasumsi negatif atas kinerja polri dalam membongkar kasus Judol.
“Menurut saya, temuan yang sudah ada itu bisa di jadikan untuk pengembangan ke arah pihak-pihak yang lebih besar. Kasarnya, tidak mungkin uang sebesar 50 miliar itu tanpa sepengetahuan dari eks Menkominfo” {.}
Tidak ada komentar