Pemuda Indonesia Tampil di BRICS Youth Summit 2025, Kemenpora Dorong Kolaborasi Global

Admin Pusat
10 Nov 2025 23:07
OLAHRAGA 0 95
3 menit membaca

RedaksiJakarta, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan apresiasi atas peran aktif Indonesian Youth Diplomacy (IYD) dalam ajang BRICS Youth Summit 2025 yang diselenggarakan di Brasil pada Juli lalu. Pemerintah berharap keterlibatan pemuda Indonesia dalam forum internasional tersebut mampu membuka dan mengidentifikasi peluang kolaborasi strategis bagi Indonesia di ranah kepemudaan global.

banner 970x250

“Kemenpora menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada IYD yang luar biasa menjadi penggerak diplomasi pemuda Indonesia di tingkat global, termasuk sebagai delegasi Indonesia pada BRICS Youth Summit 2025 di Brasil. Semoga mampu mengidentifikasi peluang kerja sama Indonesia dalam forum pemuda global,” ujar Deputi Pelayanan Kepemudaan Yohan dalam pertemuan pasca-KTT Pemuda BRICS yang berlangsung di Theater Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/11).

Kemenpora menilai kehadiran pemuda Indonesia dalam berbagai forum internasional sebagai capaian membanggakan, sekaligus bukti bahwa generasi muda Tanah Air mampu berperan aktif dan menyuarakan aspirasi bangsa di tingkat global.

“Kehadiran pemuda Indonesia di forum internasional menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya penerima kebijakan, tetapi juga mitra strategis dalam membentuk arah pembangunan global. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,” jelas Yohan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Lebih lanjut, Kemenpora menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pemuda agar mampu berprestasi dan bersaing di kancah internasional.

“Bapak Menpora Erick Thohir berkomitmen mendorong pemuda Indonesia agar mampu berbicara dan berkontribusi lebih besar di kancah internasional secara selektif, inklusif, dan terbuka. Salah satu indikator keberhasilannya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),” tambahnya.

Deputi Yohan juga menyoroti pentingnya transformasi pola pikir pemuda, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 23,78 persen dari total 64,22 juta pemuda Indonesia saat ini berada dalam kondisi tanpa pendidikan dan pengangguran, sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

“Ini bukan kondisi yang baik-baik saja. Mindset pemuda harus diubah, salah satunya melalui kewirausahaan. Pemuda juga harus aktif berorganisasi sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin masa depan bangsa,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pemuda yang tergabung dalam IYD diharapkan mampu menawarkan solusi konkret atas berbagai persoalan bangsa melalui jejaring dan diskusi global, termasuk mendorong partisipasi aktif pemuda di wilayah-wilayah terpencil.

Menurutnya, peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga serta para pemangku kepentingan.

“Isu kepemudaan adalah isu lintas sektor. Tidak mungkin hanya ditangani oleh Kemenpora atau Dispora saja. Harus dilakukan secara kolaboratif. Kerja sama sektor pemuda dalam BRICS dan berbagai program yang terlaksana diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan IPP,” tegas Yohan.

Bergabungnya Indonesia dalam BRICS pada 2025 dinilai membuka ruang baru bagi penguatan kerja sama, tidak hanya di bidang ekonomi dan politik, tetapi juga dalam solidaritas, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan.

“Kemenpora mengapresiasi pelaksanaan rangkaian kegiatan Post Summit BRICS 2025 di lingkungan Kemenpora. Kami berharap ini menjadi langkah awal sinergi erat antara Kemenpora, komunitas, dan organisasi kepemudaan untuk memperluas jejaring serta memperkuat posisi pemuda Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan yang hadir sebagai narasumber menegaskan peran strategis pemuda dalam agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Pemuda harus membuka diri seluas-luasnya. Dunia berubah sangat cepat. Kita bersyukur Indonesia masuk BRICS. Kami yakin tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran pemuda sebagai perpanjangan tangan untuk menggali potensi bangsa demi kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, antara lain Head of People On-Demand Service GoTo Group Herman Cahyadi, Diplomat Raditya Kusumaningprang, serta Jurnalis Fauzan Al Rasyid. Hadir pula Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250