Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat, menerima audiensi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fajroel Rachman di ruang kerjanya Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11). (foto:bagus/kemenpora.go.id)RedaksiJakarta, Jakarta – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menerima audiensi Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fajroel Rachman, di ruang kerja Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11).

Pertemuan ini membahas perkembangan kerja sama di bidang keolahragaan dan kepemudaan antara Indonesia dan Kazakhstan, khususnya cabang olahraga bulutangkis, pencak silat, dan sepak bola. Dubes Fajroel melaporkan bahwa MoU antara Kementerian Sport and Tourism Kazakhstan dan Kemenpora RI telah rampung dan tinggal menunggu penandatanganan di kedua negara.
Dubes Fajroel menyoroti perkembangan pesat bulutangkis yang telah hadir di delapan provinsi Kazakhstan, serta kemajuan pencak silat dengan 4.000 pesilat terlatih dalam sebulan terakhir, menjadikan Kazakhstan salah satu negara terkemuka di kawasan. Ia juga mengundang Wamenpora Taufik menghadiri kejuaraan bulutangkis pada 17–21 Desember 2025, sekaligus mengusulkan program pertukaran pemuda dan workshop olahraga.
Mendengar laporan tersebut, Wamenpora Taufik menyampaikan kebanggaannya atas capaian ini. Ia menekankan perlunya memperluas pembinaan pencak silat tidak hanya di Kazakhstan tetapi juga di negara lain, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar pencak silat menjadi cabang olahraga Olimpiade dan diikuti minimal 80 negara.
@redaksi.jakarta
Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Biro Hukum & Kerjasama Andry Mauella Ginting serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Dino Prakoso, dan menjadi bagian dari strategi diplomasi olahraga Indonesia untuk memperluas pengaruh cabang unggulan nasional di kancah internasional.
Tidak ada komentar