
Mataram – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Lombok Barat menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa (13/5/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pihak kejaksaan segera mengusut tuntas dugaan korupsi dalam tata kelola darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat yang disebut mencakup distribusi darah, administrasi pelayanan, hingga pengelolaan keuangan pelayanan masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Haetami, dalam orasinya meminta Kepala Kejaksaan Negeri Mataram segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan dana pengelolaan darah senilai Rp150 juta.
Dalam aksinya, massa juga menyoroti nama Haris Karnain yang menjabat Ketua PMI Lombok Barat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat dari Partai Demokrat.
@redaksi.jakarta
“Aksi ini merupakan bentuk tuntutan masyarakat agar dugaan penyalahgunaan dana kemanusiaan dapat diusut secara transparan dan tuntas,” ujar Haetami dalam orasinya.
Ia menilai apabila dugaan tersebut terbukti, maka tindakan itu dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan sosial.
Massa aksi juga meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani dugaan perkara tersebut.
Selain melakukan orasi, demonstran membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar pihak kejaksaan segera memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana PMI Lombok Barat.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga ada kejelasan penanganan kasus tersebut.
“Aksi ini akan terus berlanjut sampai ada langkah hukum yang jelas dari aparat penegak hukum,” kata Haetami.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Palang Merah Indonesia Lombok Barat maupun Haris Karnain terkait tuduhan yang disampaikan massa aksi tersebut.
Tidak ada komentar