
REDAKSIJAKARTA.COM – Pengangkatan Komisaris PT Pertamina Retail kembali menjadi sorotan. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Se-Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak dilakukan evaluasi terhadap pengangkatan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail dengan alasan menjaga profesionalisme dan tata kelola perusahaan milik negara.
Koordinator aksi, Amar, menilai jabatan komisaris di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus diisi oleh figur yang memiliki rekam jejak, kompetensi, integritas, dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Menurut Amar, pengangkatan Ginka Febriyanti Ginting memunculkan perhatian publik dan memicu perdebatan mengenai penerapan prinsip meritokrasi, profesionalisme, serta Good Corporate Governance (GCG) dalam proses pengisian jabatan strategis di lingkungan BUMN.
@redaksi.jakarta
“Akhir-akhir ini publik dikejutkan dengan pengangkatan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail. Kami meminta agar proses pengangkatan tersebut dievaluasi demi menjaga integritas dan profesionalisme BUMN,” ujar Amar dalam orasinya.
Dalam pernyataannya, massa aksi juga menyinggung nama Ginka Febriyanti Ginting yang disebut pernah menjadi perhatian publik terkait organisasi yang dipimpinnya dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF).
Menurut mereka, informasi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya evaluasi terhadap penunjukan yang bersangkutan.
Redaksi belum memperoleh tanggapan dari pihak Ginka Febriyanti Ginting terkait pernyataan tersebut.
Gerakan Mahasiswa Se-Nusantara berpandangan bahwa BUMN sebagai perusahaan yang mengelola aset negara harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan sistem merit dalam setiap proses pengisian jabatan strategis.
Mereka menilai posisi komisaris memiliki fungsi penting dalam mengawasi jalannya perusahaan, memastikan penerapan tata kelola yang baik, serta menjaga kepentingan negara sebagai pemegang saham.
Selain itu, massa aksi mengingatkan bahwa setiap pengangkatan pejabat di lingkungan BUMN seharusnya mampu dipertanggungjawabkan kepada publik melalui indikator yang objektif, seperti kompetensi, integritas, pengalaman, dan rekam jejak profesional.
Dalam aksinya, peserta juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pengangkatan yang menimbulkan persepsi sebagai bagian dari kepentingan tertentu berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam membangun BUMN yang profesional dan berdaya saing.
Melalui aksi tersebut, Gerakan Mahasiswa Se-Nusantara mendesak pemegang saham dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pengangkatan Komisaris PT Pertamina Retail guna memastikan seluruh proses telah berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Retail maupun pihak Ginka Febriyanti Ginting terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Tidak ada komentar