UMHT Gelar INOVEST 2026, Mahasiswa Uji Ide Bisnis di Hadapan Pejabat dan Praktisi Industri

Admin Pusat
2 Agu 2026 16:46
INDONESIA NEWS 0 244
3 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM – Program Studi Manajemen Universitas MH Thamrin (UMHT) menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan ujian akhir semester melalui Innovation Festival (INOVEST) 2026.

banner 970x250

Alih-alih mengerjakan soal tertulis, mahasiswa diminta mempresentasikan gagasan bisnis dan inovasi di hadapan panel yang terdiri dari akademisi, pejabat pemerintah, pelaku usaha, media, hingga praktisi industri.

Mengusung tema “Menguji Ide dan Nyali Generasi Gen Z”, kegiatan ini menjadi bentuk penerapan model pembelajaran berbasis authentic assessment, yaitu penilaian yang menitikberatkan pada kemampuan mahasiswa menyelesaikan persoalan nyata melalui inovasi dan kolaborasi.

Pengampu mata kuliah Manajemen Koperasi serta Manajemen Kewirausahaan, Start Up, dan Inovasi, Alip Purnomo, mengatakan dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mampu berpikir kritis, menyusun solusi, dan mempertanggungjawabkan ide di hadapan berbagai pemangku kepentingan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Melalui INOVEST, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi teori, tetapi juga keberanian, kemampuan analisis, kreativitas, kepemimpinan, hingga cara mereka menyampaikan solusi terhadap persoalan yang ada di masyarakat,” kata Alip.

Selama satu semester, mahasiswa mata kuliah Manajemen Koperasi melakukan observasi langsung terhadap koperasi yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.

Hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan berbasis kondisi lapangan.

Sementara itu, mahasiswa pada mata kuliah Manajemen Kewirausahaan, Start Up, dan Inovasi menyusun model bisnis menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC), mulai dari identifikasi kebutuhan pasar, strategi pemasaran, hingga analisis kelayakan usaha.

Sebanyak 10 kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil inovasi mereka di hadapan panel yang berasal dari berbagai unsur pentahelix, di antaranya akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan komunitas.

Beragam pertanyaan yang diajukan tidak hanya menyangkut teori, tetapi juga menyentuh aspek keberlanjutan usaha, peluang pasar, strategi bisnis, hingga dampak sosial dari inovasi yang ditawarkan.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Prof. M. Mufti Mubarok, yang turut menjadi panelis menilai kualitas gagasan mahasiswa menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pengalaman sejumlah negara, termasuk Tiongkok, memperlihatkan bahwa kampus memiliki peran penting dalam melahirkan wirausaha muda melalui sistem pembelajaran yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bisnis sejak masih menempuh pendidikan.

“Mahasiswa memiliki kreativitas yang luar biasa. Yang diperlukan adalah ekosistem yang mampu menghubungkan ide-ide mereka dengan dunia usaha, dunia industri, dan peluang pembiayaan sehingga dapat berkembang menjadi bisnis yang nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang diterapkan UMHT bersama Pentahelix Center menjadi salah satu contoh bagaimana perguruan tinggi dapat membangun budaya inovasi dan kewirausahaan sejak dini.

Melalui konsep tersebut, dosen tidak lagi menjadi satu-satunya pihak yang memberikan penilaian. Akademisi, pemerintah, pelaku usaha, media, komunitas, dan praktisi dilibatkan untuk memberikan masukan sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi mahasiswa.

Penyelenggara berharap INOVEST 2026 menjadi langkah awal lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menjadi inovator, pengusaha, dan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan di masa depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250