
REDAKSIJAKARTA.COM | BOGOR — Sebanyak 8.000 bibit pohon dibagikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor melalui kolaborasi BAJA Indonesia Raya, BPDAS Citarum Ciliwung, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan sosial untuk mendorong penghijauan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Penanaman pohon juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga ekosistem dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Desa Ciasihan, Kabupaten Bogor. Warga menyambut antusias pembagian sekaligus penanaman bibit pohon yang dilakukan bersama mahasiswa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat.
@redaksi.jakarta
Sekretaris Jenderal BAJA Indonesia Raya, M. Abdul Muhtar, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
“Kolaborasi ini bukan sekadar membagikan bibit, tetapi juga menanam benih kesadaran lingkungan untuk generasi mendatang. Kami mengapresiasi semangat para mahasiswa KKN UIKA yang menjadi garda terdepan dalam menyalurkan 8.000 bibit pohon ini langsung ke tangan warga,” ujar Muhtar.
Menurut Muhtar, kegiatan penghijauan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sinergi antara organisasi masyarakat, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan warga diperlukan untuk memastikan bibit yang telah dibagikan dapat ditanam dan dirawat dengan baik.
Sementara itu, perwakilan kelompok KKN mahasiswa UIKA, Anastasha, mengapresiasi dukungan BAJA Indonesia Raya terhadap program penghijauan tersebut. Ia berharap pembagian bibit dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin aktif menjaga lingkungan di wilayah masing-masing.
“Melalui pendistribusian 8.000 bibit pohon ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi penghijauan daerah ini. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami siap mengawal proses penanaman hingga perawatan awal di lapangan,” tutur Anastasha.
Pembagian bibit dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang menjadi wilayah kegiatan KKN dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi berkembang menjadi gerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan penanaman dan perawatan yang berkelanjutan, bibit pohon yang dibagikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam di Kabupaten Bogor.
Tidak ada komentar