GEMURA Luncurkan Nusantara Youth Conference bersama Menpora dan UKP Raffi Ahmad Dorong Kolaborasi Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Admin Pusat
7 Sep 2026 19:40
5 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM—Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) resmi meluncurkan Nusantara Youth Conference (NYC) sebagai panggung kolaborasi nasional bagi generasi muda Indonesia dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP GEMURA.

banner 970x250

Peluncuran NYC berlangsung dalam momentum yang turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, bersama tokoh nasional, jajaran pembina, organisasi kepemudaan, komunitas, dan generasi muda dari berbagai daerah.

Kehadiran Menpora Erick Thohir dan UKP Raffi Ahmad menjadi bagian penting dalam momentum peluncuran NYC yang membawa semangat memperluas ruang partisipasi dan kolaborasi generasi muda dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musaad, mengatakan Nusantara Youth Conference lahir dari kebutuhan untuk menyediakan ruang perjumpaan bagi generasi muda Indonesia di tengah berbagai tantangan sosial, politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Kami ingin Nusantara Youth Conference menjadi panggung kolaborasi nasional. Bukan sekadar tempat anak muda berkumpul, tetapi ruang untuk mempertemukan gagasan, membangun jejaring, dan melahirkan kerja nyata bagi Indonesia.”

Menurut Rajih, generasi muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Pemuda harus diberikan ruang untuk menjadi subjek yang turut merancang, menggerakkan, dan memberikan solusi bagi persoalan bangsa.

Karena itu, NYC dirancang sebagai ruang yang mempertemukan organisasi kepemudaan, komunitas, mahasiswa, pelaku usaha, akademisi, pekerja kreatif, pemerintah, hingga masyarakat akar rumput.

Bersinergi dengan Kemenpora

Peluncuran NYC juga menjadi momentum dimulainya sinergi GEMURA dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

Nusantara Youth Conference diakomodasi sebagai salah satu side event Kemenpora, yang menjadi ruang bagi inisiatif kepemudaan untuk terhubung dengan ekosistem kegiatan pemerintah di bidang kepemudaan.

GEMURA menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas ruang kolaborasi tersebut.

Menurut Rajih, keterbukaan pemerintah dalam memberikan ruang kepada organisasi dan komunitas pemuda merupakan hal penting untuk membangun ekosistem kepemudaan yang lebih partisipatif.

“Kami mengapresiasi Kemenpora yang memberikan ruang bagi Nusantara Youth Conference untuk menjadi bagian dari side event Kemenpora. Bagi kami, ini bukan hanya tentang sebuah kegiatan, tetapi tentang bagaimana pemerintah membuka ruang agar anak muda dapat mengambil peran dan menghadirkan gagasan bagi masa depan Indonesia.”

Rajih berharap sinergi tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan menghadirkan lebih banyak ruang bagi anak muda dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan serta menghasilkan inisiatif nyata.

Erick Thohir dan Raffi Ahmad, Momentum Penguatan Agenda Kepemudaan

Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dalam pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA sekaligus menjadi momentum penting bagi penguatan agenda kepemudaan yang diusung GEMURA.

GEMURA menilai keterlibatan berbagai unsur pemerintah, tokoh nasional, organisasi kepemudaan, komunitas, dan generasi muda diperlukan untuk membangun ekosistem kepemudaan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Bagi GEMURA, pemuda Indonesia membutuhkan ruang yang mempertemukan berbagai perspektif, bukan ruang yang semakin memperlebar sekat.

Hal tersebut menjadi semakin relevan di tengah fenomena polarisasi afektif yang berkembang di ruang digital.

Rajih menilai bahwa perkembangan algoritma media sosial dapat membuat seseorang terus-menerus berada dalam ruang informasi yang sesuai dengan preferensinya.

“Algoritma mempertemukan kita dengan apa yang ingin kita dengar, bukan dengan apa yang perlu kita pahami.”

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat perbedaan pilihan politik berkembang menjadi permusuhan antarkelompok.

Karena itu, dibutuhkan ruang perjumpaan yang memungkinkan generasi muda bertemu secara langsung, berdialog, memahami perbedaan, dan membangun kolaborasi.

Nusantara Youth Conference dihadirkan dengan semangat tersebut.

Membangun Jembatan Menuju Indonesia Emas 2045

Gagasan NYC juga tidak terlepas dari visi GEMURA untuk membangun jembatan di antara berbagai elemen bangsa.

Dalam sambutannya pada Pelantikan dan Rakernas DPP GEMURA, Rajih menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan proyek kebangsaan yang harus dibangun secara bersama-sama.

“Indonesia Emas bukan proyek milik satu partai, bukan juga proyek milik satu pemerintahan. Indonesia Emas adalah proyek kebangsaan yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.”

Menurut Rajih, jembatan menuju Indonesia Emas harus dibangun dari bawah. Buruh, petani, nelayan, guru honorer, mahasiswa, pelaku usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat grassroot harus memiliki ruang untuk mengambil bagian.

Generasi muda, kata Rajih, memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara berbagai elemen tersebut.

“Anak muda yang mendapatkan akses pendidikan, teknologi, maupun privilege harus mampu menjadi jembatan antara grassroot, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan.”

Dalam konteks tersebut, NYC diharapkan menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan gagasan dan energi generasi muda dari berbagai latar belakang.

Pemuda Harus Menjadi Subjek Pembangunan

GEMURA menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dibicarakan di ruang publik.

Diperlukan generasi muda yang mampu mengubah gagasan menjadi aksi dan mengubah perbedaan menjadi kekuatan kolaborasi.

Rajih mengatakan bahwa tantangan generasi muda hari ini bukan hanya persoalan memenangkan perdebatan.

“Tantangan generasi muda hari ini bukan sekadar memenangkan perdebatan yang berujung perpecahan, tetapi bagaimana memenangkan masa depan.”

Karena itu, melalui NYC, GEMURA ingin membangun ruang yang mendorong anak muda untuk berkolaborasi dan mengambil peran nyata dalam pembangunan nasional.

“Jangan terus kita ribut untuk masa depan kita. Mari kita bangun masa depan untuk kita sebagai anak muda seluruh Indonesia, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ujar Rajih.

Peluncuran Nusantara Youth Conference diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun panggung kolaborasi nasional yang mempertemukan generasi muda dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, komunitas, dan berbagai elemen bangsa lainnya.

Dengan sinergi bersama Kemenpora serta momentum kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad dalam peluncurannya, GEMURA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan.

Nusantara Youth Conference hadir bukan untuk memperbesar sekat, tetapi untuk membangun jembatan.

Bukan sekadar memperdebatkan masa depan, tetapi bersama-sama membangun masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250