Siapa Calon Panglima TNI yang Akan Diajukan Presiden Jokowi ?

Redaksi Jakarta
27 Jul 2021 16:00
NEWS POLITIK 0 240
2 menit membaca

Redaksijakarta.com-Jakarta.Hingga kini, Presiden Joko Widodo belum mengajukan nama calon Panglima TNIke DPR. Berbagai spekulasi mencuat, terutama siapa nama yang akan diserahkan ke dewan untuk dilakukan fit and proper test.

banner 970x250

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi juga menilai ada sejumlah kemungkinan belum diajukannya nama calon panglima. Apalagi Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto, akan memasuki penisun pada November 2021.

Fahmi mengatakan, bisa jadi belum diajukannya nama tersebut karena pertimbangan masih ada waktu hingga menuju November 2021. Sehingga tidak ada urgensi untuk diajukan nama pengganti dalam waktu dekat ini.

“Pengusulan Panglima TNI merupakan hak dan kewenangan Presiden, maka sepanjang tidak ada kebutuhan mendesak atau persoalan yang mengharuskan penggantian segera, hanya Presiden yang berhak menentukan waktu terbaik untuk mengganti Panglima TNI dan mengusulkan calon penggantinya ke DPR,” jelas Fahmi, Selasa 27 Juli 2021.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pertimbangan lain bisa jadi mengenai masa aktif kandidat. Setidaknya, ada dua nama kepala staf yang santer disebut di ruang publik. Tetapi masa aktif juga dinilainya tidak terlalu lama. Maka ini bisa menjadi pertimbangannya.

Walau pada akhirnya nanti, Presiden tetap akan memilih diantara salah satu kepala staf yang ada mengingat sudah menjadi ketentuan perundang-undangan. Kecuali, bisa jadi ada pertimbangan untuk penggantian kepala staf sehingga memunculkan nama baru.

Lebih lanjut dia menilai, pertimbangan politik juga bisa menjadi alasan. Sebab pergantian panglima sendiri tidak terlepas dari sebuah proses politik, karena Presiden mengusulkan dan dibawa ke DPR. Namun ia mengingatkan, jangan sampai ada unsur politis dan transaksional.

Karena lanjut dia, institusi TNI tetap harus berada di luar kepentingan politik sesuai dengan amanat konstitusi dan perundang-undangan. “Jadi dari poin ini jelas, kepentingan politik itu niscaya tapi kan baru kali ini ada kontestasi calon panglima yang para politisi begitu getol mengarahkan pada nama tertentu,” katanya.

Dia mengingatkan, Reformasi telah mengamanatkan agar peran TNI tidak lagi berada pada wilayah politik kekuasaan. Seperti yang terjadi pada Orde Baru. Tetapi tetap harus netral, yang penting untuk dijaga bersama saat ini.

“Salah satu agenda Reformasi adalah menjadikan TNI sebagai alat negara yang profesional dan mumpuni dalam menegakkan kedaulatan dan keamanan nasional dengan membatasi peran dan pelibatannya di luar agenda politik negara. Apalagi dalam urusan-urusan politik sektoral bahkan elektoral. Saat ini, netralitas TNI mestinya adalah harga mati,” tegasnya.

Saat ini ada dua nama jenderal yang mencuat kuat dan digadang akan menjadi Panglima TNI adalah KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa. Namun siapa yang dipilih, masih menunggu preogratif Presiden Jokowi.*(Viva.co.id)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250