Bahayanya Radikalisme, Mahasiswa NTB Jakarta gelar Diskusi Deradikalisasi

Redaksi Jakarta
31 Okt 2019 10:42
METROPOLITAN 0 330
2 menit membaca

Jakarta, – Ikatan Mahasiswa NTB Jakarta (IKMA) mengegelar Diskusi Publik dan Deklarasi Lawan Radikalisme sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Mie Aceh Cikini dengan tema “Berdaya dengan Budaya “, Kamis
31/10/2019.

banner 970x250

Ketua Umum IKMA NTB Sahrul MS dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap pembangunan SDM Mahasiswa NTB Jakarta untuk ikut terlibat dalam memerangi paham radikalisme khususnya di wilayah provinsi NTB.

“Saya berharap melalui forum ini kita bangkit kembali dengan menggelorakan semangat sumpah pemuda 91 tahun lalu dideklarasikan oleh pemuda-pemuda terbaik bangsa Indonesia adalah salah satu kekuatan kultural yang kita miliki.

Marilah kita kembali menggali nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun oleh leluhur kita dengan berbagi ke Arif Lokal untuk membentengi diri kita dari paham-paham ekstrimisme dan radikalisme,” Ujarnyq.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut Syahrul , ” Tidak ada tempat di NKRI ini bagi paham-paham tersebut yang jelas-jelas ingin merongrong dan memecah belah kita sebagai sebuah bangsa dalam bingkai NKRI.”

Radikalisme dan pemahaman diluar NKRI adalah sangat berbahaya, dan ini harus di lawan oleh pemuda dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, ” Kata Syahrul”.

Acara ini dihadiri oleh beberapa Narasumber, diantaranya: Bpk. Khairil Anwar Kasubdit Pengawasan BNPT, Adi Baikuni Tokoh Pemuda NTB / Ketua DPP KNPI dan Syaiful Hadi Wasekjend PB HMI. Selain itu peserta acara ini dihadiri oleh mahasiswa asal NTB di Jakarta dan beberapa perwakilan OKP Cipayung plus DKI Jakarta. (F4)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250