Jakarta | Acara Penganugerahan Ormas terbaik 2019 dan wacana pengelompokan organisasi masyarakat oleh kementerian dalam negeri berujung panjang, ratusan orang yang mengatasnamakan dirinya Persatuan Kaum Muda Syarikat Islam (PERKAMSI), mendatangi kantor Kemendagri di Jalan Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat.

“Hari ini kami hanya sebentar datang ke kantor Kementerian Dalam Negeri untuk menegaskan kami menolak diskriminasi dan pecah belah yang dilakukan Mendagri bapak Tito Karnavian, oleh sebab itu kami mendesak bapak Tito Karnavian untuk berhenti membuat diskriminasi dan provokasi pecah belah terhadap ormas Islam khususnya diskriminasi terhadap syarikat islam, pak Tito harus banyak belajar sejarah bangsa ini”. Tegas Rizqi Fathul Hakim orator aksi dari PERKAMSI.
Selanjutnya Rizqi menambahkan Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri harusnya bisa mewujudkan situasi kondusif dan merangkul seluruh kalangan demi mewujudkan visi Presiden Joko Widodo dan Kabinet Indonesia Maju.
“Mendagri kabinet Indonesia maju belum 100 hari kerja namun sudah berlaku diskriminatif yang akan berimplikasi pada terpecah belahnya ummat dan bangsa dengan memberikan katagori dari ormas satu dengan lainnya, ini hal sangat tidak produktif dalam mewujudkan Indonesia maju, maka dari itu kami meminta kepada presiden untuk mencopot dan mengganti Mendagri Tito Karnavian demi bangsa dan negara Indonesia kita kedepan”. Tuturnya.
@redaksi.jakarta
Rizqi melanjutkan dengan pemahaman kebangsaan dan keindonesiaan Mendagri Tito Karnavian harus diperkuat karena bisa sangat berefek bagi keberlangsungan bangsa Indonesia Kedepan.
“Mendagri harus menjadikan sejarah sebagai cerminan bagi negara kita, agar tidak terjadi benturan-benturan yang bisa menghambat pembangunan Indonesia kedepan, oleh karena itu Mendagri wajib meminta maaf atas sikap dan pernyataannya yang kontraproduktif dan lebih banyak belajar sejarah dan menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan”. Tandasnya.
Terakhir Rizqi menambahkan PERKAMSI akan datang kembali ke Kemendagri sebagai wujud cinta terhadap NKRI dan Pancasila.
“Hari ini hanya permulaan, kami akan terus menyuarakan aspirasi terkait ini sampai Mendagri di ganti oleh presiden, besok (03-12-19) kami akan datang kembali ingat pak Jas Merah”. Tutupnya.
Diketahui PERKAMSI merupakan kader-kader dari organisasi serumpun Syarikat Islam, dan mempunyai tuntutan seperti berikut.
Tidak ada komentar