Berhasil Sita 4,1 Ton Narkoba, DPN LKPHI Apresiasi Kinerja Bareskrim Polri

Mahaguru ajiansyah sangadji
6 Mar 2025 08:10
HUKUM 0 357
3 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI) menyampaikan apresiasi atas kinerja Bareskrim Polri dalam upaya pemberantasan narkoba dan berhasil menyita zat terlarang narkoba sebanyak 4,1 ton yang berasal dari sejumlah pengungkapan kasus di seluruh jajaran Polri dalam periode Januari-Februari 2025.

banner 970x250

Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy, S.H. menilai kerja keras serta langkah-langkah tegas yang diambil oleh Bareskrim menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga peredaran narkotika di bumi pertiwi indonesia

Hal ini merupakan upaya signifikan dalam mengurangi dampak negatif dari peredaran narkoba di masyarakat. Maka sudah sewajarnya kita apresiasi kinerja Bareskrim Polri.

“Kami dari DPN LKPHI sangat mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri, khususnya dalam penanganan kasus narkoba. Langkah-langkah konkret yang telah diambil, termasuk penindakan tegas terhadap para pelaku menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bekerja untuk menangkap pengedar, tetapi juga menghancurkan infrastruktur keuangan yang menopang bisnis gelap ini,” ujar Ismail Marasabessy.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Bareskrim Polri terus mengintensifkan operasi-operasi serupa dan memperluas jangkauan penindakan, terutama pada jaringan-jaringan besar yang terorganisir. (06/03/24)

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pengedar dan pengguna, tetapi juga harus menargetkan para pelaku di balik layar yang memanfaatkan pencucian uang untuk melindungi hasil kejahatan mereka.

Ismail Marasabessy juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dengan cara memberikan informasi yang akurat kepada pihak berwajib. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting untuk memutus rantai peredaran narkoba yang merusak generasi muda.

Dukungan dan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk DPN LKPHI, diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi Bareskrim Polri untuk terus melakukan tugas mulia ini dengan lebih baik lagi.

Selain penegakan hukum, DPN LKPHI mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi dan kampanye anti-narkoba di berbagai lapisan masyarakat. Pendidikan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan sejak dini, baik di sekolah-sekolah maupun lingkungan keluarga, agar generasi muda terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain penindakan terhadap pelaku, DPN LKPHI juga menekankan pentingnya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Program rehabilitasi yang terintegrasi dengan penegakan hukum akan membantu para korban untuk pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat, sehingga memutus rantai peredaran narkoba dari sisi permintaan.tutupnya

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri mengungkap 6.881 kasus peredaran gelap narkoba sepanjang Januari-Februari 2024. Sebanyak 9.586 pelaku ditangkap sepanjang pengungkapan ini.

“Selama periode 1 Januari sampai dengan 27 Februari 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri beserta jajaran kewilayahan berhasil melakukan pengungkapan terhadap 6.881 kasus tindak pidana narkoba yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” kata Wahyu dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/3/2025).

“Dengan jumlah tersangka sebanyak 9.586 orang,” lanjutnya.

Adapun pengungkapan itu dilakukan bersama polda jajaran di wilayah. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita keseluruhan barang bukti sebanyak 4,171 ton. Berikut rinciannya:

– Sabu: 1,28 ton
– Ekstasi: 346.959 butir setara 138,783 kg
– Ganja: 493 kg
– Kokain: 3,4 kg
– Tembakau Sintesis: 1,6 ton
– Obat Keras: 2.199.726 butir setara 659,917 kg. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250