
Jakarta – Kontingen DKI Jakarta sukses mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XX FPTI 2026 yang berlangsung di Jakarta International Climbing Wall Park (JICWP), Jakarta Garden City (JGC), Cakung, pada 17-22 Juni 2026.

Prestasi tersebut terasa semakin spesial karena diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Penutupan kejuaraan pada Senin (22/6/2026) pun berlangsung meriah dengan pertunjukan tari tradisional Betawi dan ondel-ondel yang menjadi simbol kebanggaan ibu kota.
Dalam ajang yang mempertandingkan 12 medali emas itu, DKI Jakarta tampil sebagai kontingen terbaik dengan mengoleksi empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan DKI Jakarta menjadi juara umum Kejurnas Panjat Tebing KU XX FPTI 2026.
Empat medali emas disumbangkan Rizky Aditya pada nomor boulder U19 putra dan lead U19 putra, Keyza Queenme Candley Riwoe pada nomor speed world record (WR) U17 putri, serta Amirul Rizqi Febriyansah pada nomor speed WR U19 putra.
@redaksi.jakarta
Sementara dua medali perak diraih Tristan Andrata pada nomor boulder U19 putra dan Choirul Alviansyah pada nomor speed WR U17 putra. Adapun satu medali perunggu dipersembahkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dari nomor speed WR U17 putri.
Ketua Umum Pengprov FPTI DKI Jakarta Dyson Toba menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh atlet kebanggaan DKI Jakarta yang telah berjuang di Kejurnas KU XX FPTI 2026 sehingga menjadikan DKI Jakarta juara umum. Ini menjadi kado spesial FPTI DKI Jakarta di Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499. Semoga prestasi ini bisa terus meningkat dan berlanjut hingga PON 2028,” ujar Dyson.
Ketua Umum FPTI Kota Jakarta Utara M.I. Ridwan atau yang akrab disapa Bang Boim juga mengaku bangga dengan pencapaian kontingen DKI Jakarta. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan hasil nyata dari proses pembinaan atlet yang berjalan selama ini.
“Saya merasa sangat bergembira dan bangga dengan hasil dan prestasi kontingen FPTI DKI Jakarta pada Kejurnas Panjat Tebing KU 2026 kali ini. Apalagi atlet asal Jakarta Utara turut menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak untuk kontingen DKI Jakarta. Saya yakin cabang olahraga panjat tebing DKI Jakarta bisa meraih medali pada PON mendatang,” katanya.
Keberhasilan DKI Jakarta kali ini juga memiliki nilai historis tersendiri. Dalam perjalanan panjang Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing, persaingan antar-daerah selalu berlangsung ketat. Pada Kejurnas pertama tahun 1992 di Padang, DKI Jaya berhasil keluar sebagai juara umum. Namun setelah itu, dominasi bergeser ke berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat yang menjadi juara umum pada Kejurnas II tahun 1993 di Bengkulu.
Dalam satu dekade terakhir, Jawa Timur menjadi kekuatan dominan di kelompok umur dengan rentetan gelar juara umum sejak 2012 hingga 2025. Karena itu, keberhasilan DKI Jakarta merebut kembali gelar juara umum pada 2026 menjadi capaian yang sangat berarti.
Setelah 34 tahun sejak kejurnas pertama digelar, FPTI DKI Jakarta kembali mempersembahkan hadiah istimewa bagi Kota Jakarta yang tengah merayakan usia ke-499 tahun. Gelar juara umum dengan raihan empat emas, dua perak, dan satu perunggu menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet usia muda yang dilakukan secara berjenjang.
Prestasi tersebut lahir dari proses pembinaan yang panjang, mulai dari pembinaan usia dini, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), hingga Pelatda DKI Jakarta. Seluruh mata rantai pembinaan itu hadir dalam Kejurnas KU 2026 dan menunjukkan kualitas atlet yang semakin kompetitif.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara FPTI DKI Jakarta, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, serta KONI DKI Jakarta mampu membangun ekosistem olahraga panjat tebing yang sehat dan berprestasi. Tak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, panjat tebing DKI Jakarta kini mulai memimpin prestasi di level kelompok umur yang diproyeksikan menjadi tulang punggung kontingen Jakarta pada Kejurnas senior, PON 2028, dan ajang-ajang besar berikutnya.
Tidak ada komentar