BEM KSI Gelar Seminar Nasional: Mahasiswa Diminta Siap Hadapi Revolusi AI dan Transformasi Digital

Redaksi Jakarta
4 Agu 2025 15:21
NEWS 0 169
2 menit membaca

Jakarta, 4 Agustus 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Menjadi Mahasiswa Paham Digital dan Siap Hadapi Transformasi AI”, di Wisma Kementerian Agama, Jakarta, Senin (4/8).

banner 970x250

Kegiatan ini menjadi respons terhadap tantangan zaman yang kian kompleks akibat penetrasi kecerdasan buatan (AI) dan arus digitalisasi global.

Koordinator Pusat BEM KSI, Charles Gilbert, secara resmi membuka seminar dan menekankan pentingnya kesiapan mental, etika, dan intelektual generasi muda menghadapi era disrupsi teknologi.

“Mahasiswa tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus aktif mengarahkan perkembangan AI agar berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan pelestarian budaya,” ujar Charles dalam sambutannya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Charles juga menegaskan bahwa BEM KSI akan terus mendorong mahasiswa Kristiani untuk berperan dalam isu-isu strategis nasional, termasuk di bidang teknologi dan sosial budaya, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai inklusi dan etika digital.

Paparan Tokoh Mahasiswa: AI dan Budaya Lokal

Dalam sesi materi, seminar menghadirkan dua narasumber muda dari kalangan mahasiswa nasional. Lingga Pangayumi Nasution, Ketua Umum PB Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU), membawakan topik “Mahasiswa dan Pemanfaatan AI dalam Mempromosikan Budaya”.

Lingga menyoroti peran AI dalam melestarikan bahasa daerah, seni tradisional, hingga warisan sejarah yang terancam tergerus modernitas.

“Teknologi harus menjadi alat untuk merawat identitas, bukan merusaknya. Mahasiswa adalah jembatan penting antara masa lalu dan masa depan,” tegas Lingga.

Sementara itu, Emon Wirawan Harefa dari Pengurus Pusat BEM KSI mengangkat tema “Peran Mahasiswa sebagai Agen Transformasi Digital”. Ia menekankan bahwa disrupsi digital harus dikawal agar tidak memperdalam ketimpangan sosial.

“Transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati oleh elite. Mahasiswa harus hadir sebagai penyeimbang yang memastikan keadilan dan ruang digital yang inklusif,” ujar Emon.

Komitmen Etis dan Kultural Mahasiswa Kristiani

Seminar ini menegaskan komitmen BEM KSI terhadap kemajuan teknologi yang berpihak pada keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan. Charles Gilbert menutup kegiatan dengan pesan kuat agar mahasiswa Kristiani mengambil peran sentral dalam transformasi digital yang beretika.

“AI adalah keniscayaan. Tapi arah dan dampaknya bergantung pada siapa yang mengendalikannya. Kami mendorong mahasiswa Kristiani menjadi pelopor etika digital, pelindung budaya, dan agen transformasi sosial,” pungkas Charles.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari peserta yang hadir, dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa Kristiani untuk menegaskan eksistensinya dalam menghadapi dinamika global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250