Foto : Analis kebijakan publik dan sosial-politik sekaligus penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat”, Nasky Putra Tandjung.REDAKSIJAKARTA.COM – Upaya transformasi Pulau Nusakambangan menjadi pusat ketahanan pangan nasional dan pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai langkah yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di bawah kepemimpinan Menteri Imipas Agus Andrianto merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Nasky, berbagai program inovatif yang dikembangkan di kawasan Nusakambangan menunjukkan komitmen kuat Kemenimipas dalam mengubah fungsi lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan produktivitas yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Transformasi Nusakambangan menjadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi. Program ini selaras dengan agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
@redaksi.jakarta
Ia menjelaskan, sejumlah program yang telah berjalan di Nusakambangan antara lain pengembangan pertanian dan peternakan, budidaya perikanan, tambak udang vaname, budidaya sidat, produksi pupuk organik, pengolahan sampah, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Nasky menilai pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan pangan merupakan terobosan yang memberikan dampak ganda.
Selain mendukung kebutuhan pangan nasional, program tersebut juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat digunakan saat kembali ke tengah masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas warga binaan agar lebih siap berkontribusi secara produktif setelah menjalani masa pidana,” katanya.
Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu juga menyoroti pembangunan Balai Latihan Kerja di kawasan Lapas Nusakambangan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi model pembinaan yang diterapkan di berbagai lapas dan rutan di seluruh Indonesia.
Ia optimistis, apabila dijalankan secara konsisten, Nusakambangan dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi ketahanan pangan nasional sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan yang menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, juga memberikan apresiasi terhadap transformasi yang dilakukan di Nusakambangan.
Saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan tersebut pada 20 Juni 2026, Titiek meninjau langsung sejumlah program ketahanan pangan, termasuk budidaya ikan sidat.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Kemenimipas menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tidak ada komentar