Nadiem Janjikan Beasiswa bagi Putri Ariani

Redaksi Jakarta
12 Jun 2023 18:30
INDONESIA 0 117
4 menit membaca

Redaksi Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menjanjikan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) kepada siswi difabel SMKN 2 Kasihan Yogyakarta, Ariani Nisma Putri. Diketahui, Putri baru saja meraih Golden Buzzer di acaraAmerica’s Got Talent (AGT) 2023.

banner 970x250

“Inspirasi Putri untuk negara ini luar biasa, maka dari itu kami ingin merealisasikan mimpi Putri untuk berkuliah di kampus impian Putri, yang seleksinya sangat ketat. Jadi kami akan mendukung penuh lewat Beasiswa Indonesia Maju,” kata Nadiem yang disambut tangis haru Putri di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta, dikutip Senin (12/6/2023).

Nadiem menjelaskan, selain menyasar siswa kelas menengah atas dan sederajat, program BIM pada tahun ini juga akan membantu penerima beasiswa. Mulai dari persiapan memasuki perguruan tinggi pilihannya.

“Jadi nantinya, selain beasiswa penuh saat kuliah. Kemudian dalam proses pendaftaran Putri ke kampus, persiapan untuk tes juga akan didukung lewat beasiswa ini,” kata Nadiem, menjelaskan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Nadiem pun mengapresiasi semangat luar biasa Putri dan orang tuanya yang mendukung perjalanan putri selama menempuh pendidikan di sekolah umum. BBahkan Nadiem menawarkan surat rekomendasi untuk memperkuat pendaftaran Putri ke kampus lantaran prestasinya.

“Menurut saya pengalaman Putri sangat menggambarkan konsep Merdeka Belajar, di mana orang tua mengikuti minat dan bakat dan memberikan kebebasan dalam mengajarkan Putri. Saya akan sangat senang kalau Putri bisa membuat lagu tentang Merdeka Belajar,” ujar Nadiem.

Pada kesempatan tersebut, Putri mengaku senang dapat bertemu dengan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. “Terima kasih, Pak. Aduh, akhirnya ketemu juga sama Bapak (Nadiem),” kata Putri semringah ketika bersalaman dengan Mendikbudristek.

Kepada Mendikbudristek, siswi kelas XI instrumen flute ini menceritakan pengalaman luar biasanya dalam menempuh pendidikan. Sekaligus menekuni talentanya di bidang musik dan tarik suara.

Dimulai dari orang tua yang memberikan kebebasan bagi Putri untuk memilih peminatan pendidikan dan mimpinya. Hingga dukungan orang tua dan sekolah untuk memaksimalkan minat dan bakat Putri.

“Sekolah Putri mendukung secara penuh, memberikan semua yang terbaik yang mereka bisa berikan, contohnya, sekolah masih memberikan pelajaran ke Putri secara daring. Guru-guru juga membantu Putri mendeskripsikan gambar dan partitur ke dalam tulisan, sehingga Putri bisa memahaminya dengan sangat baik,” kata Putri seraya bercerita.

Putri pun merasa terbantu dengan pembelajaran sekolah, khususnya dalam memilih sarana belajar mengajar. Di samping itu, Putri ternyata memiliki cara sendiri dalam belajar.

“Kalau di sekolah Putri punya cara belajar sendiri Pak, pakai teknologi. Jadi Putri pakai handphone dan laptop biasa, kemudian dibantu screen reader, sehingga putri bisa mengarsipkan sendiri materi-materi sekolah di laptop,” katanya, menjelaskan.

Di sela-sela perbincangan, Mendikbudristek turut mendengarkan lagu “Permata Indah Dunia” yang dibuat dan dinyanyikan oleh Putri. “Saya mau menjadi diva dunia, seperti Whitney Houston, Pak” ujar Putri.

“Saya Alhamdulillah punya kelebihan pitch perfect (dapat mengidentifikasi not musik dengan sempurna hanya dengan mendengar). Kalau dari tadi saya dengar nada bicara Bapak di C mayor,” kata Putri yang disambut tawa dan decak kagum dari Menteri Nadiem.

Menutup pertemuan, Putri menyampaikan terima kasih kepada Menteri Nadiem dan Kemendikbudristek. Karena sudah mendukung impiannya untuk berkuliah di tahun depan.

“Terima kasih, aku senang banget. Soalnya dari kecil impianku mau kuliah di The Julliard School,” ucap Putri.

Sang ibu, Reni Alfianty menceritakan pembelajaran yang memerdekakan bagi Putri di sekolah. Kesuksesan Putri hingga masuk ke semifinal ajang bakat internasional ternyata dikonversi pihak sekolah sebagai bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Jadi waktu di acara (AGT) itu, Putri bawa name tag sekolahnya dan minta difoto. Saya bilang “kenapa?”. Ternyata untuk bukti PKL nya,” kata Reni, menceritakan.

Sementara ayah Putri, Ismawan Kurnianto mengatakan, peran orang tua untuk memaksimalkan talenta Putri. Sejak kecil, Putri sudah diberikan kebebasan untuk memilih.

Ketika Putri memilih untuk bermimpi menjadi diva dunia, Ismawan dan istri kemudian menggambarkan risiko dan tantangan yang kemungkinan akan dihadapi untuk meraih mimpi Putri. Tapi mimpi menjadi diva ternyata sudah teguh dipilih Putri sejak kecil.

“Kami minta dia yang memilih dan yakin dengan pilihannya. Karena kalau dia tidak yakin dengan dirinya sendiri, saya khawatir Putri di tengah-tengah jalan menyesal,” kata Ismawan.

“Karena dunia hiburan itu menurut saya paling berat dan jalannya cukup terjal, tapi Putri bilang “it’s okay, Mah”. Sejak itu kami mendukung penuh mimpinya,” ujar Ismawan kepada Mendikbudristek.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250