Akses masuk pintu SD Negeri Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan ditembok oleh pihak warga pemilik lahanRedaksi Jakarta – Ratusan siswa SD Negeri Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan terancam kesulitan masuk ke sekolahnya. Pasalnya, akses masuk sekolah tersebut dibangun tembok beton oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Petugas keamanan SD Negeri Lengkong Karya, Mansur mengatakan, penutupan dilakukan pada Sabtu 16 Juli 2023, kemarin. Padahal, Senin (17/7/2023) hari ini, kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru bakal dimulai.
“Permasalahannya, pemilik lahan dengan Pemkot Tangerang Selatan sudah terjadi sejak 2015 silam. Pemilik lahan yang bernama Hardi sudah memberikan waktu panjang untuk penyelesaian lahan tersebut, namun belum pernah ada kepastian,” ujarnya, Minggu (16/7/2023).
Kendati demikian, sambung Mansur, pemilik lahan masih ada sedikit toleransi memberikan jalan setapak untuk masuk untuk para siswa-siswi ke sekolah. Namun, dikhawatirkan kedepannya akses itupun ditutup seluruhnya.
@redaksi.jakarta
“Kami selalu pihak keamanan sekolah tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu memang lahannya warga. Harusnya, permasalahan ini segera diselesaikan, karena kendaraan tidak dapat masuk,” ucapnya.
Supriadi, warga sekitar yang menjadi orang kepercayaan pemilik lahan bernama Herdi mengatakan, kedepan akan ditutup secara permanen. Karena, lahan milik Hardi diklaim kurang lebih luasnya 1.600 meter disekitar SD Negeri Lengkong Karya.
“Apabila ditutup total, tidak hanya siswa-siswi, para guru juga tidak akan bisa masuk kesekolah. Karena Pak Herdi tidak ingin tanahnya dipergunakan pihak sekolah, karena itu milik pribadi bukan umum,” kata Supriadi.
Menurutnya, permasalah sengketa ini sudah diketahui oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Pemkot Tangerang Selatan. Ini telah berlangsung sejak 2015, pihak sekolah menggunakan lahan milik warga tanpa membeli tanah tersebut.
Supriadi mengatakan bahwa Pemkot Tangerang Selatan hanya memberikan janji akan membayar lahan tersebut. Oleh sebab itu, pemik lahan merasa kesal dengan janji yang tak kunjung terealisasi.
“Tujuan yang punya tanah ini nembok supaya cepet dibayar, karenakan ini udah lama dari 2015. Karena, selain dijadikan akses sekolah, juga digunakan jalan lingkungan permanen dari beton,” ucapnya.
Pantauan RRI.co.id, lokasi SD Negeri Lengkong Karya itu tidak jauh dari kediaman Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Namum, beberapa kali dilakukan konfirmasi melalui nomor telephone selularnya, Benyamin Davnie belum memberikan tanggapan.
Tidak ada komentar