FAO Puji Gagasan Moeldoko Soal Penguatan Regenerasi Petani di Asia Pasifik

Redaksi Jakarta
25 Feb 2024 04:11
2 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Gagasan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, terkait penguatan regenerasi petani di Asia Pasifik diapresiasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

banner 970x250

Apresiasi itu disampaikan Ketua Dewan FAO Hans Hoogeven, dalam Konferensi ke-37 FAO Asia Pasifik di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (21/2).

Hoogeven menilai Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam menjawab ancaman krisis pangan global melalui transformasi sektor pertanian.

“Jika anak muda tidak tertarik ke bidang pertanian, ini akan menjadi bencana. FAO akan menindaklanjuti dan menegosiasikan pemikiran pemerintah Indonesia, khususnya terkait regenerasi petani,” tegas Hoogeven.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pada konferensi yang dihadiri 34 delegasi negara anggota FAO Asia Pasifik tersebut, Moeldoko memaparkan tiga prioritas transformasi pertanian dan pangan untuk menghadapi krisis pangan di Asia Pasifik.

Pertama, transformasi cara bertani. Moeldoko menekankan pentingnya mendorong pertanian yang lebih efisien dengan teknologi dan berkelanjutan. Kerja sama kawasan dalam pengembangan teknologi pertanian perlu diperkuat.

Kedua, transformasi produk pangan. Kawasan Asia Pasifik, yang kaya sumber daya hayati, harus membangun ketahanan pangan dengan diversifikasi.

Moeldoko mencontohkan Indonesia yang mengembangkan pangan non-beras seperti sagu dan sorgum.

Ketiga, transformasi aktor atau petani. Moeldoko menyoroti masalah regenerasi petani di kawasan dan dunia. Petani makin tua dan sulit menarik minat anak muda.

Untuk menjawab tantangan ini, Indonesia bekerja sama dengan FAO membangun program regenerasi petani.

Program ini meliputi pelatihan berjenjang dari hulu ke hilir, termasuk penggunaan teknologi smart farming dan cara berbisnis yang menguntungkan.

“Cara ini terbukti menarik minat anak muda ke sektor pertanian,” kata Moeldoko.

Indonesia, dengan bonus demografi dan 170 juta penduduk cakap digital, memiliki keunggulan untuk mencetak petani muda.

Selain itu, Indonesia juga memiliki lahan luas dengan 333 buah Sungai dan iklim tropis yang mendukung.

Dengan keunggulan ini, Moeldoko yakin Indonesia dapat menjadi pusat pelatihan regenerasi petani di Asia Pasifik.

“Kami ingin program regenerasi petani yang diinisiasi bersama FAO menjadi salah satu pusat pelatihan bagi petani muda di Asia Pasifik,” tuturnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250