Gubernur Akmil Ajak Mahasiswa Unsrat Perkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Admin Pusat
12 Jun 2026 19:23
NASIONAL NEWS 0 192
2 menit membaca

MANADO – Perkembangan situasi geopolitik dunia yang semakin dinamis menuntut generasi muda Indonesia untuk memiliki kemampuan adaptasi, daya saing, serta wawasan kebangsaan yang kuat.

banner 970x250

Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, dalam kuliah umum yang digelar di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Unsrat pada Kamis (11/6/2026) itu mengangkat tema mengenai pembinaan generasi muda Indonesia dalam menghadapi perubahan geopolitik global.

Acara dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Akmil yang dinilai dapat memberikan perspektif strategis kepada civitas akademika terkait berbagai tantangan global yang tengah berkembang.

Sebelum sesi pemaparan dimulai, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unsrat menampilkan tarian tradisional Katrili yang mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir.

Dalam materinya, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan suatu negara, baik di bidang politik, ekonomi, pertahanan maupun hubungan internasional.

Ia juga memaparkan berbagai perkembangan geopolitik dunia, termasuk munculnya berbagai ideologi baru, perubahan konstelasi kekuatan global, serta posisi Indonesia dalam kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra menjadikan negara ini memiliki nilai strategis yang tinggi dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya di lingkungan ASEAN dan Indo-Pasifik.

Ia menekankan bahwa tantangan global saat ini harus direspons dengan penguatan ketahanan nasional, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Generasi muda, kata dia, perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, inovatif, serta memiliki semangat bela negara agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Pemuda Indonesia harus siap menghadapi perubahan dunia dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat rasa cinta tanah air sebagai modal menuju Indonesia yang maju dan berdaulat,” ungkapnya dalam sesi kuliah umum.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari geopolitik, pertahanan negara, hingga peluang dan tantangan Indonesia dalam menghadapi perubahan global.

Sebagai penutup, pihak Unsrat menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Akmil, disertai pemberian apresiasi kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi tanya jawab dan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta.

Selain civitas akademika Unsrat, acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan, termasuk Philip Pantouw, unsur TNI, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta ratusan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Unsrat berharap para mahasiswa dapat semakin memahami dampak perkembangan geopolitik global terhadap berbagai sektor kehidupan bangsa sekaligus memperkuat nasionalisme, karakter kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. (Redaksi Jakarta)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250