Industri Olahraga Berpotensi Jadi Penggerak Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Diprediksi Capai Ratusan Triliun Rupiah

Redaksi Eksekutif
24 Des 2025 13:08
OLAHRAGA 0 313
3 menit membaca

SUARA GOVERNMENT, Jakarta — Industri olahraga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak baru perekonomian nasional. Besarnya populasi Indonesia yang diiringi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan aktif menjadikan sektor ini terus tumbuh dan berkembang, mulai dari produksi alat dan perlengkapan olahraga, jasa kebugaran, ekonomi kreatif, hingga sport tourism.

banner 970x250

Aktivitas ekonomi dalam industri olahraga mencakup berbagai bidang, antara lain layanan kesehatan dan rehabilitasi, wisata olahraga, perdagangan produk olahraga, pembangunan serta pemeliharaan fasilitas olahraga, hingga penyelenggaraan dan pemasaran event olahraga.

Rantai aktivitas tersebut menciptakan beragam peluang usaha dan lapangan kerja, mulai dari sektor manufaktur, jasa, hingga profesi pendukung seperti pelatih, dokter olahraga, jurnalis, komentator, dan pelaku UMKM.

Selain berdampak secara ekonomi, industri olahraga juga memberikan kontribusi sosial yang signifikan, seperti peningkatan produktivitas masyarakat, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta penurunan biaya kesehatan dalam jangka panjang.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Olahraga juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor lain, seperti pendidikan, pariwisata, real estate, dan industri kreatif, sehingga efek ekonominya bersifat multiplikatif.

Secara global, industri olahraga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.

Nilai industri ini tercatat meningkat dari 388,28 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 440,77 miliar dolar AS pada 2021, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,5 persen.

Bahkan, pasar industri olahraga global diproyeksikan mencapai 599,9 miliar dolar AS pada 2025 dengan CAGR sekitar 8 persen, melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia yang berada di kisaran 3,2 persen.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, China, Inggris, dan Korea Selatan, menjadikan industri olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon, Wahyu Erfandy, menilai perputaran ekonomi industri olahraga di Indonesia telah mencapai angka yang sangat signifikan, meskipun belum tergarap secara optimal.

“Potensi industri olahraga di Indonesia sangat besar. Jika digarap dengan benar, estimasi uang yang beredar di sektor ini bisa mencapai ratusan triliun rupiah, mencakup berbagai subsektor mulai dari produk olahraga, jasa, hingga ekonomi kreatif berbasis konten dan digital,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, industri olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan prestasi atlet, tetapi juga memiliki keterhubungan kuat dengan sektor manufaktur dan UMKM. Produk lokal seperti apparel, sepatu, helm, aksesoris olahraga, hingga makanan sehat dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun global.

“Industri olahraga bisa menjadi motor baru bagi manufaktur nasional dan UMKM. Pasar domestik sangat besar dan ini membuka lapangan kerja baru serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Wahyu juga menyoroti efek berganda industri olahraga terhadap sektor lain, seperti pariwisata, kesehatan, media, food and beverage, hingga perhotelan. Menurutnya, pengembangan sport tourism berbasis aktivitas, seperti bersepeda dan lari di destinasi alam, menjadi contoh konkret bagaimana olahraga mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Karena itu, lahirnya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga di Kemenpora merupakan langkah strategis. Negara hadir untuk meng- orkestrasi potensi besar ini agar industri olahraga tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi ekosistem yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa nilai ekonomi industri olahraga global saat ini sangat besar, dengan proyeksi mencapai 521 miliar dolar AS.

“Sport industry sudah bernilai 521 miliar dolar. Ini bukan angka kecil. Jika kita mampu mengelolanya dengan baik, industri olahraga bisa menjadi sektor yang sangat menguntungkan bagi perekonomian Indonesia,” kata Erick Thohir saat Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250