Kaukus Muda Betawi Bahas Masa Depan Kebudayaan Betawi, Siapkan Masukan untuk Gubernur Baru

Admin Pusat
17 Feb 2025 18:35
METROPOLITAN 0 443
2 menit membaca

Bogor, 17 Februari 2025 – Kaukus Muda Betawi menggelar pertemuan di Villa Griya Wirakarya, Ciburial-Puncak, Bogor, untuk membahas regulasi pemajuan kebudayaan Betawi di tengah perubahan status Jakarta pasca disahkannya Undang-Undang No. 2 Tahun 2024 tentang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta.

banner 970x250

Ketua panitia, M. Ichwan Ridwan atau Bang Boim, menegaskan bahwa acara ini merupakan inisiatif murni dari masyarakat Betawi tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah. “Sejak terbitnya Undang-Undang No. 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan revisi Undang-Undang No. 29 Tahun 2007, kami yang tergabung dalam Kaukus Muda Betawi terus melakukan kajian, analisis, diskusi, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat, DPR RI, DPD RI, pemerintah daerah, DPRD, serta instansi terkait,” ujar Bang Boim.

Seiring dengan telah dilantiknya DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2024-2029 dan menjelang pelantikan Gubernur serta Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030, Kaukus Muda Betawi merumuskan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi. Hasil dari pembahasan ini akan disampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur baru, serta pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Mayjen TNI (Purn) H. Nahrawi Ramli atau Babeh Nara dan KH. Lutfi Hakim, Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR), yang merupakan Dewan Pembina Kaukus Muda Betawi. Diskusi semakin mendalam dengan kehadiran akademisi dan tokoh Betawi seperti Prof. Bahrullah Akbar, Prof. Agus Suradika, dan Prof. Sylviana Murni, yang membahas regulasi, peluang, serta tantangan dalam pelestarian budaya Betawi.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Pada hari kedua, agenda difokuskan pada diskusi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) terkait pemajuan kebudayaan dan lembaga adat masyarakat Betawi.

Acara ini menjadi momentum strategis dalam memperjuangkan budaya Betawi agar lebih terstruktur dan berkelanjutan di era baru Jakarta sebagai daerah khusus.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250