
REDAKSIJAKARTA.COM– Kaum Muda Syarikat Islam (SI) menyampaikan dukungannya terhadap berbagai langkah yang bertujuan memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Organisasi kepemudaan tersebut menilai stabilitas mata uang nasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
Perwakilan Kaum Muda Syarikat Islam, Salim Wehfany, mengatakan penguatan rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah dan otoritas moneter, tetapi juga memerlukan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional sebagai simbol kedaulatan ekonomi Indonesia.
Menurut Salim, masyarakat yang memiliki simpanan atau aset dalam bentuk dolar Amerika Serikat dapat berperan dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional dengan meningkatkan porsi kepemilikan aset dalam rupiah sesuai kebutuhan dan pertimbangan ekonomi masing-masing.
@redaksi.jakarta
“Kepercayaan terhadap rupiah merupakan bagian dari semangat kebangsaan. Karena itu, kami mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika ekonomi dunia,” ujar Salim dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6).
Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi dukungan moral yang positif bagi penguatan mata uang nasional sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Kaum Muda SI juga memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilai konsisten mendorong berbagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selama ini Pak Dasco aktif mengawal berbagai agenda yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan penguatan ekonomi nasional. Karena itu, kami menyambut baik setiap gagasan yang bertujuan memperkokoh posisi ekonomi Indonesia di tengah tantangan global,” katanya.
Meski demikian, Salim menegaskan bahwa setiap keputusan investasi maupun pengelolaan aset tetap harus dilakukan secara sukarela dan berdasarkan pertimbangan yang rasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat nasionalisme ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi yang sehat.
Selain itu, Kaum Muda Syarikat Islam mendorong pemerintah untuk terus memperkuat sektor riil, meningkatkan produktivitas nasional, memperluas investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan sebagai fondasi utama penguatan rupiah dalam jangka panjang.
“Nilai tukar yang kuat harus ditopang oleh fundamental ekonomi yang kokoh. Dengan meningkatnya investasi, produktivitas, dan kesempatan kerja, kami optimistis perekonomian Indonesia akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan global,” tutup Salim.
Tidak ada komentar