Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, Agus Setiawan.REDAKSI JAKARTA — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, Agus Setiawan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap positif Pengurus Besar HMI (PB HMI) terkait imbauan running text azan yang muncul saat misa Paus Fransiskus.

Dalam keterangannya, Agus menilai respons tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman mendalam mengenai makna toleransi dan peran HMI sebagai organisasi perjuangan. (05/09).
Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dalam keberagaman, berbeda dengan situasi di Barat yang seringkali diwarnai oleh konflik agama, seperti insiden pembakaran Al-Qur’an di Swedia dan Denmark. Meskipun Indonesia memiliki keberagaman agama dan budaya, konflik agama relatif minim dibandingkan dengan negara-negara Barat.
Agus menekankan bahwa momen kedatangan Paus Fransiskus, yang kini menjadi pusat perhatian dunia, seharusnya dimanfaatkan oleh PB HMI untuk menunjukkan sikap kritis terhadap isu-isu global, khususnya terkait genosida yang sedang dialami oleh Palestina di bawah agresi Israel.
@redaksi.jakarta
“Paus Fransiskus memiliki pengaruh besar di tingkat internasional. Ini adalah kesempatan bagi PB HMI untuk memberikan pandangan kritis dan alternatif terkait situasi genosida di Palestina, bukan hanya merespons dengan sikap yang menunjukkan kedangkalan dalam memahami perbedaan,” tegas Agus.
Ia juga menyoroti pentingnya komitmen HMI terhadap keindonesiaan dan keislaman sebagai pilar utama organisasi. Agus berharap agar HMI tetap teguh pada prinsip perjuangan yang mengedepankan keadilan dan solidaritas internasional.
Kritik ini diharapkan menjadi perhatian bagi PB HMI untuk memperkuat posisi dan peran organisasi dalam menghadapi isu-isu global yang krusial.
Tidak ada komentar