
Bogor – Koordinator Pusat Forum Cendikiawan Muda Indonesia (Forcemi), Ramdhan Agung Giri Nugroho, mengkritik langkah Polresta Bogor Kota yang melakukan aksi bersih-bersih dan mengecat Balai Kota Bogor usai demonstrasi mahasiswa.

Ramdhan menilai aksi tersebut tidak substansial dan hanya pencitraan. “Itu pencitraan yang kampungan dan memalukan. Seharusnya bukan tugas aparat untuk mengecat dan membersihkan, tapi fokus mengantisipasi agar tensi aksi tidak membesar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/8/2025).
Ia menyoroti peran Kasat Intelkam dan Kapolresta Bogor Kota yang dianggap gagal menjalankan fungsi antisipasi. “Disfungsional Kasat Intelkam yang tidak becus meredam tensi, hingga Kapolresta yang ikut-ikutan pencitraan, menunjukkan kegagalan struktural di tubuh Polresta Bogor Kota,” kata Ramdhan.
Menurutnya, aparat semestinya berperan sebagai jembatan antara mahasiswa dan pemerintah, bukan sekadar aktif di media sosial atau melakukan aksi simbolik. Ia juga menilai coretan dalam aksi jangan buru-buru dimaknai sebagai vandalisme, melainkan ekspresi kekecewaan publik.
@redaksi.jakarta
“Kalau Kapolresta dan Kasat Intelkam bekerja sebagaimana mestinya, hal ini bisa dicegah. Tapi dengan kejadian ini justru terlihat jelas adanya disfungsional di Polresta Bogor Kota,” tutupnya.
Tidak ada komentar