​KPI Dorong Keberimbangan Iklan Parpol pada Pemilu 2024

Redaksi Jakarta
5 Jul 2023 18:34
POLITIK 0 407
2 menit membaca

Redaksi Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendorong, televisi dan radio memberikan keberimbangan kepada seluruh parpol peserta Pemilu 2024 dalam beriklan. Namun, dalam beriklan di televisi dan radio semua tergantung keputusan parpol masing-masing.

banner 970x250

“Jangan seperti inilah, yang disampaikan KPI, keberimbangan, netralitas, itu menjadi penting bagi lembaga penyiaran untuk lebih imbang. Menyangkan partai-partai politik untuk beriklan di lembaga penyiaran tersebut,” kata anggota KPI Aliyah dikutip RRI.co.id dalam Diskusi Kebebasan, Etika dan Netralitas Pers Jelang Pemilu 2024, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Aliyah tidak dapat memastikan, apakah parpol tersebut mau beriklan di lembaga penyiaran yang sudah mengiklankan parpol lainnya. Justru, KPI menilai, banyak anggota parpol saat ini lebih suka beriklan di media sosial, seperti acara podcast YouTube.

“Namun balik lagi, apakah partai politik ini memiliki keinginan yang sama untuk beriklan di lembaga penyiaran tersebut. Bahkan, tadi ada yang lebih suka melalui media sosial YouTube melalui Podcast dan sebagainya, tidak melalui lembaga penyiaran,” ucap Aliyah.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Kemudian, Aliyah menegaskan, KPI mendesak tidak ada pilah-pilih harga antara lembaga penyiaran dengan parpol-parpol yang ingin beriklan. Jangan sampai ada perbedaan harga, antara lembaga penyiaran dengan partai A dengan partai B.

“Kalau memang partai politik ingin beriklan yang sama ini bersosialisasi yang sama, lakukan dengan harga sama juga dong. Jangan kemudian, ini paketnya lebih mahal, kami melakukan hal yang sama kepada partai politik saat kampanye,” ujar Aliyah.

Oleh sebab itu, KPI menegakan, keberimbangan dari lembaga penyiaran kepada parpol sangat penting. Namun, masyarakat harus menjadi pengawas dari iklan-iklan kampanye parpol di lembaga penyiaran.

“Jangan sampai kemudian, kita mem-pressure parpol, kemudian tidak beriklan, atau tidak bersosialisasi di lembaga penyiaran tersebut.  Keberimbangan itu penting, tapi memang perlibatan masyarakat ataupun untuk tetap memantau ini menjadi penting,” kata Aliyah.​

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250