Mengawal Pengusutan dan Evaluasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara

Redaksi Jakarta
4 Mar 2023 04:05
METROPOLITAN 0 128
5 menit membaca

Redaksi Jakarta – PT. Pertamina masih melakukan investigasi tentang penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jakarta Utara pada Jumat malam.

banner 970x250

Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Patra wilayah Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan masih fokus pada upaya evakuasi pekerja dan warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran itu.

“Kami terus berupaya maksimal menanggulangi kejadian ini. Penyebab kejadian masih dalam proses investigasi,” ujar Eko dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Jumat, 3 Maret 2023.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan kesiapannya untuk mengawal pengusutan dan evaluasi kasus tersebut, serta memerintahkan Pertamina untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan melakukan evaluasi operasional ke depannya. Erick juga menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga yang terdampak insiden tersebut.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Saya akan turut mengawal kasus ini,” ujar Erick sebagaimana dikutip dari akun resmi Instagram @erickthohir di Jakarta, Jumat. Erick Thohir memerintahkan Pertamina untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya memerintahkan Pertamina untuk segera mengusut tuntas kasus ini,” katanya.

Dia juga meminta Pertamina untuk fokus dalam penyelamatan masyarakat sekaligus melakukan evaluasi operasional. “Kita fokus dan cepat selamatkan masyarakat, dan harus ada evaluasi operasional ke depannya.”, ucap Menteri BUMN Erick Tohir.(red)

Erick juga menyampaikan duka cita dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga yang terdampak insiden terbakarnya pipa Pertamina di Koja, Jakarta Utara.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, malam ini Jumat 3 Maret 2023 telah terjadi insiden terbakarnya pipa Pertamina di Koja, Jakarta Utara. Saya mengucapkan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk para korban serta tentu keluarga,” katanya.

Belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka akibat kebakaran depo pertamina Plumpang, Koja Jakarta Utara. Tak hanya itu, ada sekitar 600 orang mengungsi imbas insiden maut tersebut.

“Saya udah sampaikan kalau korban pengungsi kurang kebih 600 plus minus,” kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Koramil 01 Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/2023) dini hari.

Heru Budi telah menyiapkan lokasi pengungsian di sejumlah lokasi. Ada 5 lokasi pengungsian yang disiapkan untuk warga terdampak kebakaran itu.

“Ada di 5 lokasi, kantor walikota, RPTRA, GOR, dan tentunya kantor kecamatan dan kantor PMI, kira-kira seperti itu,” ucapnya.

Heru turut menyampaikan duka cita atas timbulnya korban jiwa akibat peristiwa ini. Heru menyebut telah menyiapkan rumah sakit untuk perawatan korban yang terluka.

“Kita turut berduka cita atas ada beberapa korban jiwa akibat dari musibah kebakaran di Plumpang. Berikutnya evakuasi bagi yang perlu perawatan rumah sakit kita persiapkan semua rumah sakit dan dibantu tentunya oleh Pak Kapolda seluruh jajaran dan pak pangdam,” ujarnya.

Diketahui, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa ini ada 17 orang. Sementara itu, korban luka-luka akibat kebakaran dilarikan ke empat rumah sakit yang sudah disiapkan.

Adapun pemadam kebakaran menyatakan sudah memadamkan api di lokasi. Pemadam kebakaran telah mengerahkan 250 orang personel untuk memadamkan api itu.

Melihat insiden kebakaran depo pertamina di Plumpang Jakarta Utara juga pernah  mengalami serupa, kebakaran hebat pada Januari 2009. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.15 WIB itu melalap satu tangki penimbunan premium bernomor 22 berkapasitas 10.000 kiloliter.

Selain di Jakarta Utara, Depo Pertamina juga kebakaran juga pernah terjadi di Depo milik PT Pertamina daerah Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Insiden ini terjadi pada 18 Januari 2010 yang berasal dari mesin pompa atau alkon yang terletak sekitar lima meter dari tabung premium nomor 3. Kebakaran ini terjadi saat beberapa mobil tangki Pertamina tengah mengisi premium.

Dalam kejadian ini, seorang karyawan Pertamina menjelaskan tangki yang terbakar kosong. Karena itu, dampak kebakaran itu tidak sampai meluas. Depo Pertamina di Plumpang Kebakaran juga pernah terjadi di Depo Plumpang, Jakarta, yang terjadi pada 18 Januari 2010 silam.

Beruntungnya, api yang berkobar selama kurang lebih 10 jam di Depo tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Tak hanya Depo Pertamina, Kilang minyak PT Pertamina juga pernah terjadi beberapa kali, yakni;

Kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terbakar pada Senin (29/3/2021) dini hari tadi. Peristiwa kebakaran kilang maupun depo yang dialami PT Pertamina (Persero) ini ternyata bukan kali pertama terjadi.

Salah satu kilang minyak PT Pertamina IV Cilacap, Jawa Tengah, terbakar pada hari Minggu, 9 Maret 2008 pada pukul 08.15 WIB. Kejadian ini bermula saat muncul kilatan api (flasihing) di Fin Fan Cooler (alat pendingin) di FOC I. Akibatnya, empat orang terbakar, dua di antaranya tewas.

Setahun berselang, kebakaran hebat pun kembali melanda kilang minyak Cilacap. kebakaran ini terjadi di areal unit pengolahan IV Pertamina Cilacap, sekitar pukul 08.10 WIB pada Rabu, 3 Juni 2009.

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap

Kebakaran tersebut terjadi pada tahun 2016,  pada tangki Asphalt yang tengah dalam perbaikan. Pihak Pertamina memastikan bahwa tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

Kilang Minyak PT Pertamina di Dumai

Kilang minyak milik PT. Pertamina Unit II di Jalan Putri Tujuh Dumai, Riau meledak. Akibat ledakan yang terjadi pada Minggu, 16 Februari 2014 sekitar pukul 23.00 WIB ini, sejumlah tangki berisi minyak mentah berhamburan dan terbakar mengenai rumah warga sekitar.

Kilang Minyak PT Pertamina UP V di Balikpapan

Kebakaran melanda kilang minyak PT Pertamina V d Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari Jumat, 19 Juni 2020. Berdasarkan informasi, kobaran api berasal dari salah satu area Hydrocracker Unit Plant 3B.

Sebanyak 3 unit mobil pemadam dan 3 unit trailer foam milik Pertamina dikerahkan untuk memadamkan kobakaran api tersebut. Pihak Pertamina memastikan kejadian di area tersebut tidak sampai menggangu produksi kilang.

Tak hanya itu, insiden ini juga tidak menimbulkan korban dan dampak yang luas.

Kilang Minyak PT Pertamina di Balongan

Kebakaran dahsyat terjadi di Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada hari Senin, 29 Maret 2021 sekira pukul 00.45 dinihari tadi.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Indramayu, sedikitnya ada 15 orang yang mengalami luka ringan, sedangkan luka berat sebanyak 5 orang. Tak hanya korban luka, akibat peristiwa ini sejumlah warga yang tinggal dekat area tersebut diungsikan di dua lokasi pengungsian. Tercatat, sebanyak 520 warga mengungsi.

Kilang Minyak PT Pertamina Balongan

Selain itu Kilang Minyak PT Pertamina Balongan juga pernah terbakar pada Oktober 2007 silam. Namun, kobaran api kala itu tak merusak fasilitas produksi yang signifikan dari kilang minyak tersebut.

Kebakaran kembali terjadi di kilang minyak Balongan pada tahun 2019 kemarin.  Si jago merah berkobar di area boiler penyupai gas untuk mendukung kegiatan kilang minyak. Insiden kebakaran yang terjadi pada hari Senin, 4 Januari 2019 sekira pukul 09.40 WIB ini tidak ada korban jiwa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250