Jakarta | 19 Desember 2019. Wanita Tani Indonesia HKTI yang Ketua Umum-nya Ony Jafar Hafsah, SE memperingati Hari Ibu Tahun 2019 menyelenggarakan acara Talk Show & Pameran dengan tema “Wanita Tani Indonesia HKTI Pelopor UMKM Pengolahan Pangan Lokal” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung D Kementerian Pertanian RI, Ragunan Jakarta. Sedangkan Ketua Pelaksana acara adalah Dr. Kartini Istiqomah yang juga salah seorang Ketua HKTI.

Acara dibuka oleh Bpk. Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI yang mewakili Dr. Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI dan dihadiri DPD Wanita Tani Indonesia DKI, Jabar, Jateng, Lampung, Organisasi Perempuan yang tergabung dalam KOWANI, Kelompok Wanita Tani & Nelayan, Pelaku Usaha di Bidang Pengolahan Pertanian & Perikanan serta Masyarakat Umum. Hadir pada kesempatan itu, Instasi Kementerian Pertanian RI, Kementerian Kesehatan RI serta Badan Pembinaan Hukum Nasional RI.
Wanita Tani Indonesia HKTI ingin menjadi pelopor/ leader bagi UMKM Perempuan yang mempunyai usaha produk olahan pangan lokal yang bersumber dari aneka umbi, sagu, pisang, sukun, labu kuning dan lainnya untuk dapat diolah menjadi aneka produk andalan UMKM.
Memiliki anak yang sehat dan cerdas tentu jadi impian setiap orang tua dan keluarga. Hal itu bisa diupayakan sejak dalam kandungan. Caranya dengan memastikan asupan makanan yang tepat bagi tumbuh kembang janin
Ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat & cerdas sehingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang mempunyai Sumber Daya Manusia unggul, kreatif dan berkarakter.
@redaksi.jakarta
Saat ini, banyak kasus dalam kesehatan dan pendidikan yang harus menjadi perhatian kita semua.
Banyaknya kasus stunting di pelosok daerah Indonesia menjadi hal yang sangat mengkuatirkan karena stunting adalah kondisi kurang gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang tak memadai dalam waktu yang cukup lama.
Stunting terjadi mulai dari janin masih dalam kandungan, sehingga Pola Asuh dan Pola Asupan gizi Ibu Hamil harus menjadi perhatian kita semua.
Stunting yang bila tidak kita cegah bersama akan terjadi lost generation yang akan berdampak pada gagalnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)
Mengembangkan usaha ekonomi Kelompok Wanita Tani dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi local secara efektif dan efisien, ramah lingkungan dan berkesinambungan sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan masyarakat pedesaan sehingga.
Jika pemberdayaan perempuan secara ekonomi dapat terus ditingkatkan, akan bisa mengurangi atau mengakhiri tindakan-tindakan kekerasan/ KDRT terhadap kaum perempuan & anak, juga mengakhiri perdagangan manusia serta peningkatan ketahanan keluarga dan kesejahteraan ekonomi dapat tercapai.
Tentu saja tidak mudah untuk membina para UMKM Kelompok Wanita Tani menjalankan usahanya, maka kami mohon kepada Kementerian Pertania RI dapat membantu meningkatkan para UMKM yang berbasis pangan local ini untuk mendapatkan kemudahan dalam akses terhadap berbagai sumber daya, baik dalam pelayanan, pendanaan, serta pemasaran.
Juga meningkatkan Pelatihan dan Pendidikan Kelompok Wanita Tani dalam pengetahuan/ keterampilan baik managerial maupun pengembangan usaha.
Kami mengharapkan bahwa acara ini dapat memberi manfaat kepada anggota Kelompok Tani Wanita Tani Indonesia HKTI dalam mengembangkan UMKM mereka.
Sejarah Hari Ibu
Perayaaan Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai kasih sayang antara ibu dan anak tetapi lebih luas lagi. Hari Ibu adalah peringatan atau perayaan terhadap peran seorang Ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan Nasional.
Sejarah Hari Ibu telah dimulai sebelum Negara Indonesia merdeka dan tercetusnya Peringatan Hari Ibu tidak jauh dari peran kaum perempuan.
Hari Ibu lahir dari pergerakan kaum perempuan Indonesia diawali dengan Kongres Perempuan Pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan Indonesia.
Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebutlah kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan wanita Indonesia dan atas keputusan Kongres Perempoean Indonesia III pada tahun 1938 di Bandung, tanggal 22 Desember diangkat menjadi Hari Ibu. Keputusan ini kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden RI no. 316 tanggal 16 Desember 1959 menjadi Hari Ibu yang bukan hari libur.
Tidak ada komentar