RAN Gaungkan Perlawanan terhadap Vape, Aksi Buang Vape Digelar di CFD Bundaran HI

Admin Pusat
17 Apr 2026 01:40
2 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Fenomena penggunaan rokok elektrik atau vape yang semakin meluas di kalangan generasi muda mendapat perhatian serius dari Relawan Anti Narkotika (RAN).

banner 970x250

Organisasi ini menilai, tren yang semula dianggap sebagai gaya hidup tersebut kini telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap kesehatan publik.

Koordinator RAN, Salim Wehfany, menegaskan bahwa negara tidak boleh bersikap setengah hati dalam menghadapi persoalan ini.

Ia merujuk pada temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengungkap lebih dari 20 persen sampel cairan vape mengandung narkotika golongan I dan II.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Ini bukan lagi soal gaya hidup. Ini sudah menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan industri atau dalih kebebasan individu,” ujar Salim dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Menurutnya, modus baru penyalahgunaan narkotika melalui cairan vape menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Selain itu, ditemukan pula adanya pencampuran zat berbahaya seperti etomidate dalam liquid vape, yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi terhadap kesehatan, khususnya bagi remaja.

RAN juga menyoroti peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan pembatasan hingga pelarangan peredaran vape, terutama untuk melindungi kelompok usia anak dan remaja.

Secara global, tren penggunaan rokok elektrik pada usia 13–15 tahun disebut mengalami peningkatan signifikan.

“Atas dasar itu, tidak ada pilihan lain selain mengambil langkah tegas. Kebijakan harus berpihak pada keselamatan generasi, bukan pada kepentingan bisnis sesaat,” lanjutnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, RAN akan menggelar gerakan publik dalam momentum Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Kegiatan ini akan diisi dengan pengumpulan tanda tangan petisi sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kebijakan pembatasan hingga pelarangan vape di Indonesia.

Tak hanya itu, aksi teatrikal berupa pembuangan vape ke tong sampah juga akan digelar sebagai simbol penolakan terhadap normalisasi penggunaan vape di kalangan anak muda.

“Aksi ini adalah pesan moral. Vape bukan tren, tapi ancaman nyata. Kita harus berani mengatakan tidak,” tegas Salim.

RAN pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, pendidik hingga lingkungan sosial untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku generasi muda serta aktif dalam upaya pencegahan.

Dalam seruannya, RAN menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran akan bahaya vape, menolak normalisasi penggunaannya di kalangan remaja, serta mendorong kebijakan tegas pemerintah dalam melindungi generasi dari ancaman narkotika dan zat adiktif.

“Keselamatan generasi muda adalah harga mati. Tidak boleh dikompromikan oleh tren atau kepentingan bisnis apa pun,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah maupun pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan resmi atas seruan tersebut.

RAN berharap adanya langkah konkret dan respons cepat dari pemangku kebijakan guna memastikan perlindungan maksimal bagi generasi muda.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250