TEP 15 IPB University Dorong PKK Salor Indah Olah Lele dan Gastor Jadi Abon

Noname
27 Sep 2026 13:22
2 menit membaca

MERAUKE — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bidang Perikanan Budidaya mendorong masyarakat Salor Indah, Kabupaten Merauke, untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pengolahan produk pangan.

banner 970x250

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan bersama kelompok PKK Salor Indah pada 22 September 2026. Dalam kegiatan itu, TEP 15 memperkenalkan pengolahan ikan lele dan ikan gabus toraja atau gastor menjadi abon.

Ikan lele dipilih karena menjadi salah satu komoditas yang dibudidayakan masyarakat setempat. Sementara ikan gastor dimanfaatkan karena ketersediaannya cukup melimpah di wilayah Salor dan memiliki harga jual yang relatif rendah ketika dipasarkan dalam kondisi segar.

TEP 15 kemudian memperkenalkan formulasi abon berbahan lele dan gastor dengan penggunaan bumbu serta rempah untuk menghasilkan cita rasa gurih dan khas. Proses pengolahan dilakukan dengan teknik sangrai sehingga penggunaan minyak goreng dapat diminimalkan. Produk tersebut juga dibuat tanpa tambahan MSG atau micin.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Anggota TEP 15 IPB University, Henry Kasmanhadi Saputra, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terhadap peluang usaha setelah hasil perikanan dipanen.

“Harapannya masyarakat tidak hanya mampu membudidayakan lele, tetapi juga dapat melihat peluang dari hasil perikanan setelah panen. Gastor yang melimpah juga bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah,” ujar Henry.

Menurut TEP 15, abon lele dan gastor tersebut masih dapat dikembangkan sebagai produk khas Salor Indah. Pengembangan produk, kemasan, standar produksi, hingga pemasaran menjadi tahapan lanjutan yang dapat dilakukan agar produk memiliki daya saing di pasar.

Selain menyasar konsumen masyarakat dan pasar oleh-oleh, TEP 15 juga melihat peluang pemasaran melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Merauke. Penjajakan tersebut diharapkan dapat membuka alternatif pasar bagi produk olahan masyarakat.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat Salor Indah tidak hanya menjual hasil perikanan dalam bentuk segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk dengan masa simpan dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan memanfaatkan lele hasil budidaya dan gastor yang tersedia di lingkungan sekitar, pengembangan abon diharapkan dapat menjadi salah satu embrio usaha berbasis potensi lokal sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat Salor Indah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250