Foto : Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) yang digelar di Aula Fakultas Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, pada 20 Desember 2025REDAKSI JAKARTA, Solo — Ketua Umum Partai Kebangkitan Rakyat (PKR) Prof. Tuntas Subagyo menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan olahraga prestasi nasional.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) yang digelar di Aula Fakultas Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, pada 20 Desember 2025.
Dalam forum akademik tersebut, Prof. Tuntas menilai olahraga tidak dapat dipandang semata sebagai aktivitas fisik atau ajang kompetisi, melainkan sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa.
Ia mendorong agar mahasiswa olahraga ditempatkan sebagai subjek utama dalam ekosistem pembinaan prestasi nasional.
@redaksi.jakarta
“Mahasiswa olahraga harus dipersiapkan sebagai calon pelatih, sport scientist, manajer olahraga, wasit, hingga pengambil kebijakan di masa depan. Tanpa keterlibatan aktif mereka, pembinaan prestasi akan terus bergantung pada figur, bukan sistem,” ujar Prof. Tuntas dalam paparannya.
Menurut Prof. Tuntas, salah satu persoalan mendasar olahraga Indonesia hingga kini adalah belum terbangunnya sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis riset.
Selain itu, masih terdapat jarak yang cukup lebar antara dunia akademik dan praktik lapangan.
Kehadiran pimpinan partai politik dalam forum kemahasiswaan olahraga tersebut dinilai menunjukkan adanya kesadaran lintas sektor bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan dukungan kebijakan dan sumber daya manusia berkualitas.
Praktisi olahraga nasional, Zen L, M.Pd, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai langkah Prof. Tuntas mencerminkan pendekatan politik yang menyentuh akar pembinaan prestasi anak bangsa.
“Olahraga bukan hanya soal podium dan medali. Jika dikelola dengan benar, olahraga berperan penting dalam pembangunan karakter, disiplin, sportivitas, hingga diplomasi bangsa,” kata Zen kepada Media, Selasa (30/12).
Zen menambahkan, dengan menyasar mahasiswa, Prof. Tuntas secara tidak langsung mendorong regenerasi sumber daya manusia olahraga nasional.
Menurutnya, banyak cabang olahraga di Indonesia masih kekurangan tenaga profesional yang memahami pembinaan berbasis ilmu pengetahuan dan data.
Seminar nasional IMORI di UNS tersebut menjadi ruang temu strategis antara akademisi, mahasiswa, dan tokoh politik.
Pesan yang disampaikan Prof. Tuntas memperkuat pandangan bahwa olahraga prestasi perlu ditempatkan sebagai agenda kebangsaan, bukan sekadar urusan federasi atau penyelenggaraan event olahraga.
Meski demikian, Zen menegaskan bahwa kepedulian tersebut perlu diuji konsistensinya melalui kebijakan nyata ke depan, mulai dari dukungan anggaran hingga keberpihakan pada sistem pembinaan yang adil dan transparan.
“Apa yang ditunjukkan Prof. Tuntas di UNS memberi harapan bahwa politik dan olahraga bisa berjalan seiring secara konstruktif. Tantangannya adalah bagaimana gagasan itu diwujudkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (F/L)
Tidak ada komentar