Ada Kejanggalan jumlah Bingkisan yang di terima warga dengan Jumlah Delivery Order, Warga Menolak Bingkisan

Redaksi Jakarta
25 Apr 2020 15:03
METROPOLITAN 0 373
2 menit membaca

Jakarta | PD Pasar Jaya yang menjadi penyalur bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI untuk memberikan bantuan sembako kepada warga yang terkena dampak Covid 19 yaitu warga miskin dan rentan miskin di ibukota jakarta.

banner 970x250

Adapun bantuan dari Pemprov DKI antara lain ; Beras 5 Kg ; Snack 300 gram ; Minyak Goreng 0,9-1 liter; Sabun Mandi 190 gram ; dan Masker kain 2 pics.

Dari total Sembako tersebut ditambah plus packing dan upah, kemudian sudah delivery sampai kewarga total paket Rp.149.500 per-paket, informasi dari Kepala Divisi Perkulakan, Retail, dan Distribusi PD Pasar Jaya, Sabtu 11/04/2020.

Dinsos Pemprov DKI Jakarta menyatakan bantuan itu akan di berikan kepada 1,2 Juta KK yang ada di Pemprov DKI Jakarta, tidak mampu dan rentan terkena dampak COVID-19 selama penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di DKI Jakarta.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Penyaluran Bantuan Sosial tersebut dilakukan tahap 1 mulai 9 sampai 18 April 2020 dengan target 1,2 Juta KK di DKI Jakarta dan tahap 2 19 April sampai 23 April 2020 hal tersebut dikawal langsung oleh TNI-POLRI dengan menerapkan prinsip physical distancing.

Pada Sabtu 25 april 2020, 13.30 wib disekertariat RW 10 Kelurahan Bugur Kecamatan Senen Jakarta Pusat, ada giat pengiriman bingkisan dari Pemprov DKI Jakarta.

Saat truk pengiriman barang dicek oleh para ketua RT bersama ketua Rw dan tokoh masyarakat yg ada di lokasi pengiriman setempat barang berjumlah 62 bingkisan yang di peruntukan RW 10 Kelurahan Bungur sesuai apa yang diajukan ke Pemprov DKI Jakarta menurut informasi ketua RW 10 Dhoni Wendra Kelurahan Bungur.

“Tetapi ada kejanggalan yang terjadi ketika jumlah bantuan sosial/bingkisan dikirimkan ke RW 10 jumlahnya 62 Bingkisan sesuai dengan DO 62 serta bingkisan di dalam truk berjumlah 62, saat akan ditanyakan ke pihak Kelurahan dan Kecamatan mengapa di dalam truk jumlah bingkisan sesuai dengan invoice atau DO bingkisan mereka semua sudah tidak ada di tempat” Ungkap Dhoni Wendra.

Lanjut Dhoni Wendra , “para ketua RT dan masyarakat jadi bertanya-tanya mengapa di dalam truk membawa bingkisan sebanyak 62 Bingkisan berdasarkan DO dan mereka hanya memberi bingkisannya hanya 37 ada selisih 25 bingkisan mau dialihkan kemana?” .
“Kami menolak bingkisan yang diberikan Pemprov DKI yang seharusnya 62 bingkisan hanya sampai kepada kami 37 bingkisan, karena ada pemotongan sepihak dengan pernyataan yang kurang mendasar sesuai bukti yang kita ambil dan dimiliki oleh masing masing ketua RT diwilayah RW 10”, Kata Pak RW 10.
“RW 10 dan RT diwilayah Kelurahan Bungur Kecamatan Senen Jakarta Pusat akan melaporkan dugaan pemotongan sepihak tersebut dan sudah mengumpulkan bukti-bukti yang ada kepada Pak Gubernur Anies Baswedan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Aparat Penegak Hukum” , Tutup ketua RW 10 Dhoni Wendra. (Red/Imad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250