
Kayla Karunina Subakti
Program Studi Agribisnis
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
kayla.karunina22@mhs.uinjkt.ac.id
Redaksi Jakarta – Dalam proses pertumbuhannya, tanaman membutuhkan pupuk sebagai pemberi nutrisi tambahan agar dapat terus tumbuh dan berkembang. Jika tanaman tidak diberi pupuk, maka tanaman tersebut akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang kurang baik. Hal ini dapat terjadi karena pupuk mengandung unsur hara yang jika diberikan ke tanaman, akan meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan pada suatu tanaman. Biasanya, unsur hara ini memang diperoleh dari dalam tanah. Sementara pupuk hadir untuk meningkatkan kadar nutrisi dan unsur hara pada tanah serta memenuhi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan yang optimal.
Ada berbagai macam jenis pupuk yang sering digunakan, mulai dari pupuk anorganik atau pupuk kimia, hingga pupuk organik yang lebih alami. Pupuk anorganik biasa disebut juga sebagai pupuk kimia. Memiliki kandungan senyawa anorganik, berbahan dasar bahan kimia yang memiliki kadar hara tinggi. Contoh dari pupuk ini yaitu pupuk urea yang mengandung nitrogen 45-46%.Sementara pupuk organik memiliki kandungan senyawa organik, berbahan dasar dari materi makhluk hidup seperti sisa tumbuhan ataupun kotoran hewan. Pupuk organik ada yang berbentuk padat atau berbentuk cair. Pupuk organik bisa memperbaiki sifat biologi tanah seperti membawa jasad renik yang bermanfaat bagi tanah, sifat kimia tanah seperti menyumbangkan hara ke tanah, dan sifat fisik tanah seperti memperbaiki struktur tanah. Contoh dari pupuk ini yaitu bisa dari sisa panen seperti tongkol jagung, jerami, dan sabut kelapa, lalu pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hijau, serta pupuk bokashi.
Pupuk organik tidak dapat memperbaiki keadaan tanah. Justru penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia ini dapat memberi dampak buruk. Akhir-akhir ini, telah terasa dampak buruk daripada digunakannya pupuk kimia atau pupuk anorganik dalam jangka waktu yang panjang. Dampak buruk yang telah dirasakan yaitu terutama pada keadaan tanah yang menjadi kurang kesuburannya, juga tanah menjadi lebih keras. Kandungan residu dari pupuk anorganik atau pupuk kimia yang sulit terurai dalam tanah ini, menjadi alasan kualitas tanah menjadi turun. Maka karena hal itu, telah ditemukan pengganti pupuk anorganik atau pupuk kimia yaitu pupuk organik yang bernama pupuk bokashi. Penggunaan pupuk organik bokashi ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia atau pupuk anorganik, karena pupuk ini mampu memperbaiki kesuburan tanah juga lebih mudah terurai dalam tanah.
Pupuk Bokashi yang dikenal pertama kali di Jepang ini ditemukan pertama kali oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Jepang. Pupuk ini dikenal sebagai pupuk organik yang bisa dibuat secara efisien. Mungkin penerapan penggunaannya belum terlalu dikenal pada bidang pertanian di Indonesia yang luas ini. Nama “bokashi” diambil dari istilah bahasa Jepang yang memiliki arti “bahan organik yang terfermentasi”. Proses pembuatan pada pupuk bokashi ini cenderung menjadi lebih cepat karena digunakannya EM4. Selain digunakan untuk mempercepat proses pengomposan bokashi, EM4 bisa diberikan langsung ke tanah, yaitu dengan disiram ke tanah atau disemprotkan ke daun. Hal ini dilakukan untuk menambahkan unsur hara pada tanah agar dapat meningkatkan kualitas dan produksi pada tanaman
Pupuk bokashi merupakan pupuk organik yang dibuat dari hasil fermentasi bahan-bahan yang organik contohnya yaitu kompos serta pupuk kandang. Proses pembuatannya juga menggunakan mikroorganisme pengurai yaitu mikroba atau jamur fermentasi. Dalam pembuatannya, pupuk bokashi menggunakan EM4 atau Effective microorganisms 4. Larutan ini mengandung mikroorganisme fermentasi, yang bekerjasama dan bermanfaat bagi tanah dan tanaman seperti menyediakan unsur hara, serta meningkatkan produksi dan kesehatan tanaman.
@redaksi.jakarta
Hasilnya yaitu berupa pupuk padat dengan bentuk keadaan telah terurai jadi mengandung lebih banyak nutrisi atau unsur hara, yang sudah siap untuk diserap oleh tanaman. Hal ini dapat menjadi lebih lengkap bila ditambah dengan adanya penggunaan pupuk organik cair. Keunggulan dari pupuk bokashi padat yaitu mengandung unsur hara yang lebih banyak serta sudah terurai jadi sudah siap untuk diserap oleh akar tanaman. Selain itu, pupuk bokashi padat juga mengandung mikroorganisme yang memiliki manfaat untuk menekan naiknya pertumbuhan patogen dalam tanah yang digunakan.
Proses pembuatan pada pupuk bokashi ini cenderung menjadi lebih cepat karena digunakannya EM4. Selain digunakan untuk mempercepat proses pengomposan bokashi, EM4 bisa diberikan langsung ke tanah, yaitu dengan disiram ke tanah atau disemprotkan ke daun. Hal ini dilakukan untuk menambahkan unsur hara pada tanah agar dapat meningkatkan kualitas dan produksi pada tanaman. Pupuk bokashi sudah bisa siap dijadikan pupuk hanya setelah dalam jangka waktu 1-14 hari sejak proses pembuatan, tergantung dari bahan-bahan apa yang digunakan, serta juga tergantung bagaimana cara atau metode membuatnya. Proses membuat pupuk bokashi sangatlah sederhana dan cenderung cepat serta mudah, bahkan dapat kita lakukan sendiri di rumah, tidak harus dalam skala pertanian yang luas atau besar. Maka dari itu, berikut cara membuat pupuk bokashi.
Proses pembuatan pupuk bokashi diawali dengan lebih dulu membuat pupuk bokashi yang padat. Karena hal ini, kita seharusnya memilih bahan baku yang sesuai supaya menghasilkan hasil yang bagus pula. Syarat dari bahan yang digunakan untuk membuat pupuk bokashi yaitu merupakan bahan organik yang mudah dicari atau ada di sekitar kita, mengandung nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti contohnya pupuk kandang. Kita juga bisa menggunakan limbah yang organik dari rumah tangga maupun pabrik seperti sisa sayur atau buah, ampas dari tahu ataupun dari kelapa, nasi yang sudah lama atau basi, dan lainnya. Sebelumnya harus dilakukan penghalusan dari bahan-bahan bakunya dengan cara dicincang sampai halus. Bahan baku yang telah dicincang halus lalu dicampur serta diaduk sampai saling tercampur secara rata.
Pembuatan pupuk bokashi di rumah atau dalam lingkup rumah tangga dilakukan menggunakan sisa makanan atau limbah dapur. Untuk membuatnya, siapkan sisa buah-buahan, sayuran, tulang ikan, dan sejenisnya. Siapkan juga dedak 5 kg, arang sekam 5 kg, 10 ml EM4, dan dua sendok gula pasir. Ambil satu tong plastik berukuran 200 liter dan lubangi bagian bawahnya sebagai tempat mengeluarkan cairan pupuk organik cair. Cincang halus bahan organik yang sudah disiapkan, campurkan ke dedak dan arang sekam. Selanjutnya, campurkan 10 ml EM4 ke dalam 1 liter air, tambahkan dua sendok gula pasir. Aduk rata dan siramkan ke campuran bahan-bahan sebelumnya. Setelah itu, tutup tong plastik dengan rapat. Biarkan selama 5-7 hari. Jika suhu di dalam tong melebihi 45°C dan warna serta bentuknya sudah menyerupai tanah, maka pupuk bokashi siap digunakan.
Kualitas pupuk bokashi yang bagus dan bermanfaat bagi tanah dan tanaman, serta cara membuatnya yang mudah dan cepat menggunakan bahan yang ada di sekitar kita, membuat bokashi lebih unggul dari pupuk lain, terutama pupuk kimia.
Tidak ada komentar