Review Film Sabtu Bersama Bapak Series: Rekaman Bapak Sebagai ‘Warisan Berharga’ dalam Menemukan Pesan Kekuatan

Redaksi Jakarta
7 Jul 2023 21:38
INDONESIA 0 537
8 menit membaca

Redaksi Jakarta – Mempunyai Orang Tua yang lengkap dengan suasana yang harmonis dan penuh hangat, merupakan impian semua anak yang lahir di dunia ini. Bagi anak, Orang Tua adalah sahabat bermain dan berdiskusi yang digunakan untuk menciptakan hubungan batin erat (Bonding) antara mereka. Meskipun Orang Tua dianggap sebagai sahabat. Disisi lain, kita pernah berdosa kepada mereka. Karena perbedaan pendapat dan sikap orang tua yang menyebalkan dan berlebihan, membuat kita menjadi keras kepala dan berani melawan argumen mereka. Padahal maksudnya baik, ingin menjadikan kita sebagai anak yang lebih kuat dan lebih cerdas dalam menjalani arus kehidupan di masa depan.

banner 970x250

Bersyukurlah kalian yang memiliki Orang Tua yang diberikan rezeki umur panjang untuk menemani fase kehidupan kalian sampai dewasa. Disisi lain, sekitar kalian pasti ada Orang Tua yang tidak diberikan rezeki umur panjang karena adanya Takdir Tuhan yang harus diterima. Pastinya beberapa orang tua sudah mempersiapkan beberapa simpanan atau ‘Warisan’ sebagai penyambung hidup bagi anak-anak mereka, supaya diantara mereka ada yang dipanggil, mereka tidak mengalami kesulitan hidup, apapun bentuk dari ‘Warisan’ tersebut.

Hal ini terjadi pada serial Drama Keluarga ‘Sabtu Bersama Bapak’ yang tayang di Layanan Streaming Prime Video, tanggal 29 Juni 2023. ‘Sabtu Bersama Bapak’ adalah Serial berdasarkan Novel Best Seller Karangan Adhitya Mulya yang dahulunya pernah dibuatkan sebuah Film dengan judul yang sama tahun 2016. Ditangan Rumah Produksi Falcon Pictures, sutradara Rako Prijanto dan keterlibatan Adhitya Mulya sebagai penulis skenario, serial ini diceritakan lebih detail, berkembang dan mengharukan. Uniknya, serial ini tidak hanya Indonesia yang menikmatinya, bahkan 240 negara dapat menikmati serial tersebut.

Serial ini menceritakan sebuah perjuangan seorang Bapak, Gunawan Garnida diperankan oleh Vino G Bastian yang mendedikasikan satu tahun terakhir hidupnya karena mengidap Kanker Paru-Paru kronis, serta divonis memiliki satu tahun hidup yang waktunya digunakan untuk membimbing, Satya Garnida diperankan oleh Adipati Dolken dan Cakra Garnida diperankan oleh Rey Mbayang untuk membuat rekaman melalui Handycam yang di-convert melalui Kaset Rekaman bentuk VHS yang isinya berbagai pesan kekuatan untuk mereka dalam menjalani kehidupan. Kaset Rekaman itu diizinkan Istrinya sekaligus Ibu Satya dan Cakra, Itje Kusmala diperankan oleh Marsha Timothy melalui TV Tabung di hari Sabtu sebagai bentuk rindu terhadapnya sekaligus mendengarkan berbagai wejangan kehidupan yang telah dipersiapkan oleh mendiang Bapaknya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Hingga akhirnya Satya dan Cakra tumbuh dewasa dan mempunyai karir yang mapan. Bagi keduanya, pesan Bapak yang didengarkan di hari Sabtu merupakan Warisan Berharga yang tidak dapat ternilai, selain Warisan lainnya untuk menjalani kehidupan yang dialami oleh mereka untuk menjadi anak yang lebih kuat. Tidak hanya keduanya, pesan kekuatan tersebut juga dipakai oleh Istrinya, untuk lebih kuat menjalani hidup tanpa mendiang suami. Adapun isi Rekaman Bapak yang digunakan sebagai pesan kekuatan, yaitu:

1. Pesan Bapak hari ini, Satya sama Saka ‘kudu’ punya cita-cita. Berusaha, berjuang, jangan gampang menyerah.

Pesan tersebut tersebut diberikan Pak Gunawan dalam Outframe Kamera dan menunjukkan sebuah frame mengenai cita-cita Satya yang ingin menjadi Engineering dan Cakra ingin menjadi Scientist, sekaligus memberikan nasihat kepada mereka untuk mempunyai cita-cita dikemudian hari dan harus berusaha untuk memperjuangkan cita-cita mereka dan jangan menyerah. Dari pesan tersebut, mereka berhasil tumbuh dewasa dan menggapai cita-citanya. Satya menjadi seorang Engineer disebuah perusahaan kilang minyak, sedangkan Cakra berhasil menggapai cita-citanya sebagai Scientist untuk menciptakan sebuah produk Skincare khusus Pria.

2. Punya cita-cita itu gak cukup. Harus berusaha, berjuang dan gak boleh menyerah.

Pesan tersebut diingat Cakra ketika mengalami kegalauan terhadap pekerjaannya setelah meeting dengan atasannya terkait produk Skincare bagi Pria yang dibuat bersama rekan kerjanya mengalami berbagai kesalahan dan ketidakseriusan dalam produk tersebut yang harus dipresentasikan besok Pagi. Dari pesan itu, Cakra semangat dan mengembangkan idenya untuk memproduksikan Skincare bagi Pria bersama rekan kerjanya dan pada hari-H, ia mulai mempresentasikan produk tersebut berhasil menarik hati atasannya dalam produk Skincare kaum Pria yang dibuat Cakra dan rekannya. Setelah meeting, Cakra tersenyum lebar, terharu dan berhasil dengan apa yang diinginkan, sesuai dengan pesan mendiang Bapaknya.

3. Manusia boleh berencana, Manusia harus berusaha. Tapi Allah yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Jadi kalau gagal, Sabar.

Pesan tersebut diingat Cakra ketika gagal mendapatkan Ayu diperankan oleh Dinda Hauw untuk menjadi Istrinya. Pertemuan pertama kalinya, berujung gagal karena sifat kaku Cakra yang pertama kali bertemu wanita cantik. Pertemuan keduanya direncanakan Ibu Itje dan Temannya yang memiliki anak bernama Retna untuk bertemu dengannya dan mengajaknya keliling Jakarta. Pertemuan kedua dimulai, Cakra tidak menyangka bahwa Retna ialah Ayu. Kedua saling menyukai dan menyatakan cintanya dan bersedia untuk melangkah menuju pernikahan. Pesan tersebut mengingatkan Cakra untuk bersabar dalam mendapatkan sesuatu dan hasilnya mendapatkan Ayu sebagai Istrinya dengan rencana terbaik dari Tuhan.

4. Dalam Hadist Rasulullah SAW, Sebaik-baiknya manusia ialah berguna bagi orang lain.

Jadi, bantulah urusan orang lain dan sembunyikan amalannya.

Pesan tersebut diingat Ibu Itje, ketika salah satu Karyawan dari usaha Warungnya mempunyai masalah terhadap tagihan biaya Rumah Sakit untuk perawatan seorang Ayah dari Karyawan tersebut sampai Puluhan Juta. Ibu Itje langsung bergegas pergi ke Rumah Sakit bersama Supir Pribadinya untuk membayar tagihan salah satu karyawan. Tiba di Rumah Sakit, Ibu Itje langsung membantu untuk membayar tagihan Karyawannya dan Resepsionisnya meminta apakah nama Ibu Itje disebutkan sebagai donatur untuknya? Disitu, Ibu Itje langsung menolaknya karena Ia mengingat pesan mendiang suaminya untuk menjadi orang berguna bagi orang lain dan menyembunyikan amalannya supaya dijadikan sebagai pahala.

5. Belajar itu bukan sampai bisa, Tapi belajar itu sampai ga bisa salah lagi.

Pesan tersebut diingat Satya ketika sedang mengajarkan anaknya, Ryan menghadapi Olimpiade Matematika. Karena Ryan merasa sudah bisa dan malas berlatih kembali, Satya merasa kesal dengan perbuatan Ryan yang semakin lama menjengkelkan. Akhirnya, Satya menasihati Ryan untuk belajar kembali sampai tidak salah sesuai pesan yang diberikan oleh mendiang Bapaknya saat ia masih kecil dan belajar Matematika bersama mendiang Bapaknya, yang membuat Satya semakin ketagihan untuk mencoba dan belajar soal Matematika agar tidak ada yang salah. Pesan itu langsung diterapkan oleh Ryan dan akhirnya Ryan kembali mencoba berbagai soal Matematika yang diberikan Satya sampai bisa dan tidak salah.

6. Amalan yang terbaik ialah berbakti kepada Orang Tua. Jika kalian mampu, Jaga Mama.

Pesan tersebut diberikan Pak Gunawan dalam Outframe Kamera. Memberikan nasihat kepada Satya dan Cakra untuk berbakti kepada Orang Tua-nya, terutama menjaga Ibu Itje. Karena perjuangan semasa hidupnya sebelum menikah dengan Ibu Itje, Pak Gunawan menghabiskan masa mudanya untuk berbakti kepada Ibunya, dengan merawat Ibunya yang sakit sampai rela pekerjaannya dipecat dan usahanya bangkrut karena kemalingan, hingga akhirnya Ibunya meninggal dunia. Dari pesan itu, diingat kembali oleh Cakra untuk menjaga Ibu Itje yang saat itu merahasiakan penyakit Kanker Payudara oleh kedua anaknya yang akhirnya Cakra menjaga Ibu Itje yang sakit sesuai pesan dari mendiang Bapaknya.

7. Harga diri bukan dari barang yang kita pakai. Harga diri berasal dari dalam ke luar. Yang penting harus baik sama orang.

Pesan tersebut diingat Satya ketika temannya, Herman mengeluh anaknya yang baru SMA tidak dibelikan Mobil Baru, jika tidak dibelikan ia tidak ingin pergi sekolah. Keluhan Herman mengingatkan Satya pada salah satu pesan mendiang Bapaknya mengenai Harga Diri bukan berasal dari barang yang baru dibeli, melainkan beliau meminta untuk Satya menjadi anak yang berguna bagi orang lain. Hal itu berlaku bagi Satya untuk mendidik Ryan dan Miku untuk segala sesuatu yang mereka lakukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tidak harus diberikan hadiah oleh Satya beserta Istrinya, Rissa diperankan Enzy Storia melainkan adalah bentuk tanggung jawab Ryan dan Miku.

Dari berbagai pesan diatas, merupakan pesan rekaman bersifat murni yang dibuat mendiang Bapak Gunawan semasa hidupnya untuk memanfaatkan waktu satu tahun hidupnya selama ia bertahan dengan penyakit beserta kondisi kesehatannya yang memburuk, untuk memberikan berbagai pesan dan nasihat mengenai kehidupan yang digunakan untuk menghadapi tumbuh kembang kedua anaknya, Satya dan Cakra agar menjadi anak yang kuat dan dewasa dalam menjalani kehidupan, meskipun berada di Pangkuan Illahi.

Berkat ‘Warisan Berharga’ berupa rekaman berisi berbagai pesan kehidupan dari mendiang Bapaknya yang selalu mereka dengarkan di hari Sabtu sebagai pedoman hidup, keduanya berhasil berjuang untuk mendapatkan dan meraih cita-cita dan karir yang mereka impikan. Satya berhasil meraih cita-citanya untuk bekerja sebagai Engineer di Perusahaan Kilang Minyak di Balikpapan dan Cakra berhasil menjadi Scientist di Perusahaan produksi Skincare ternama di Jakarta.

Satya dan Cakra sangat bersyukur mempunyai Bapak seperti Pak Gunawan yang selalu mendampingi tumbuh kembang mereka menjadi dewasa. Bagi keduanya, Pak Gunawan adalah Bapak yang sangat cerdas dalam mempersiapkan tumbuh kembang keduanya selama satu tahun terakhir sebelum ia berpulang dengan membuat Rekaman yang mereka tayangkan di Hari Sabtu. Rekaman Bapak ialah ‘Warisan Berharga’ bagi mereka jika ada masalah kehidupan, tidak perlu bingung. Cukup menonton Rekamannya dan mendengarkan nasihatnya untuk selalu diingat sebagai pesan kekuatan dan pedoman hidup.

Serial ‘Sabtu Bersama Bapak’ merupakan Drama Keluarga yang wajib ditonton semua umur. Karena mengandung pesan moral yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, Serial ini juga sebagai tontonan kalian untuk mengobati rindu terhadap keluarga yang jauh disana. Sekaligus bernostalgia terhadap masa kecil kalian yang pernah bermain bersama keluarga. Tunggu apalagi, segera Download Prime Video dan segera tonton. Temukan pesan kekuatannya dan siapkan Tissue banyak-banyak! Karena ada beberapa Scene Part yang membuat nangis Bombay.

Penulis: Tasya Safitri, S.Sos

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250