Pakar: Capres-cawapres Harus Keluar Dari Gimik untuk Gaet Pemilih Muda

Redaksi Jakarta
26 Des 2023 17:40
POLITIK 0 232
2 menit membaca

REDAKSI JAKARTA – Pakar ilmu politik Universitas Padjadjaran Caroline Paskarina mengatakan ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) harus keluar dari gimik-gimik dan mengedepankan program yang realistik untuk menggaet pemilih pemula atau pemilih muda.

banner 970x250

“Sejumlah riset tentang preferensi pemilih pemula atau muda, menunjukkan harapan mereka akan hadirnya pemimpin yang patut diteladani, kepastian hukum, pemberantasan korupsi, (serta) penanganan masalah-masalah ekonomi secara tuntas yang perlu dijawab oleh program-program realistik dari setiap pasangan calon,” ujar Caroline saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Caroline mengatakan gimik-gimik politik juga bisa menjadi bumerang bagi capres-cawapres karena dapat menimbulkan antipati dari pemilih muda atau pemula.

“Pasangan calon perlu keluar dari gimik-gimik yang justru bisa jadi bumerang karena antipati dari para pemilih muda atau pemula,” kata Caroline.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Dari dua debat capres-cawapres yang telah diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Selasa (12/12) dan Jumat (22/12), menurut Caroline, masih perlu diimbangi konsistensi terhadap isu yang disuarakan.

“Ketiga pasangan calon sudah berupaya memunculkan isu-isu yang populer di kalangan pemilih muda atau pemula, tetapi perlu diimbangi dengan konsistensi dalam menyuarakan isu-isu tersebut,” kata dia.

Hingga saat ini, kata Caroline, perbincangan publik mengenai ketiga pasangan capres-cawapres masih terbatas pada jargon populer.

“Sampai dengan 28 hari masa kampanye (25/12), tampaknya pemaparan visi dan misi yang menjadi unggulan dari ketiga pasangan calon masih belum sepenuhnya menjadi bahan perhatian publik. Perbincangan publik masih terbatas pada jargon-jargon populer, seperti slepet, SGIE, gemoy, asam sulfat, dan sejenisnya,” kata Caroline.

Walaupun demikian, ia mengatakan bahwa tiap capres maupun cawapres telah cukup mengoptimalkan masa kampanye selama 28 hari untuk memperkuat dukungan ke daerah-daerah yang menjadi basis massa dari partai-partai pendukung para pasangan calon.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250