Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, saat melakukan pengawasan produk pangan aman di Jakarta. Foto:(Humas/BBPOM)REDAKSI JAKARTA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) terus meningkatkan intensifikasi pengawasan produk pangan olahan yang beredar di wilayah DKI Jakarta.

Intensifikasi pengawasan produk pangan penting dilakukan untuk melindungi masyarakat dari berbagai produk tidak aman (bermasalah) baik dari sisi regulasi dan kesehatan, terlebih saat Ramadhan dan menghadapi Lebaran Idul Fitri 2024.
“Masyarakat perlu menjadi konsumen cerdas dengan memastikan bahwa produk yang dikonsumsi itu benar benar aman dan bermutu,” kata Kepala BBPOM Sofiyani Chandrawati Anwar, di Jakarta, Senin (01/04/24).
Lebih lanjut Sofiyani mengatakan, di Jakarta sejak awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, pihaknya telah melaksanakan 6 tahap Intensifikasi. Tahap tersebut yakni target pengawasan adalah distributor pangan, ritel pangan modern, ritel pangan tradicional, Importir Pangan, Gudang e-commerce di beberapa wilayah di Jakarta.
@redaksi.jakarta
“Dari hasil intensivikasi dan pemeriksaan terhadap 52 sarana, ternyata ada 20 sarana yang tidak memenuhi ketentuan. Dimana total temuan produk sebanyak 176 item 68.835 dan pcs dengan rincian 166 item Tanpa Ijin Edar 7 item kedaluarsa dan 3 item rusak. Dengan total nilai keekonomian temuan sebesar Rp 607.183.100,00,” ujarnya.
Dalam melaksanakan tugas intensifikasi pengawasan tersebut BBPOM di Jakarta juga berkolaborasi dengan lintas sektor terkait, yaitu Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dan walikota 5 wilayah DKI Jakarta.
Sofiyani juga menyampaikan, bahwa temuan produk yang berhasil ditemukan tanpa ijin edar itu adalah produk bumbu, biskuit, makanan ringan, permen, dan cokelat. Sementara temuan produk Impor TIE terbanyak berasal dari China dan India. Produk Kadaluarsa yang ditemukan yaitu produk makanan ringan dan olahan daging.
Tidak ada komentar