LaNyalla Terima Aspirasi Petani Madiun Terkait Krisis Pertanian dan Dampak Iklim

Noname
9 Jun 2025 16:49
NEWS 0 197
2 menit membaca

Madiun – 9 Juni 2025, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyerap langsung keluhan para petani saat melaksanakan kunjungan reses di Kabupaten Madiun, Minggu malam (8/6).

banner 970x250

Kegiatan yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Angkreng, Desa Nglames, ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani dari wilayah Wetan Kali dan Kulon Kali.

Dalam dialog terbuka tersebut, para petani mengutarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari dampak perubahan iklim hingga keterbatasan infrastruktur pertanian.

Salah satu perwakilan kelompok tani, Suroso, mengungkapkan bahwa sawah-sawah di wilayah mereka kerap terendam banjir akibat luapan air sungai dari Kota Madiun. Hal ini diperparah dengan sistem irigasi yang buruk dan tanggul rusak yang belum diperbaiki sejak beberapa tahun terakhir.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

“Setiap musim hujan, air dari kota masuk ke desa lewat sungai. Irigasi tersumbat, dan tanggul yang jebol belum juga diperbaiki. Kami sudah mengadu ke DPRD Kabupaten, tapi belum ada tindak lanjut,” ungkap Suroso.

Selain itu, para petani juga menyuarakan kebutuhan akan gudang penyimpanan pupuk dan benih, serta alat pengering gabah agar hasil panen bisa bertahan lebih lama dan dijual dengan harga lebih baik.

Mereka juga meminta bantuan alat pertanian dan dukungan untuk peternakan, mengingat sebagian lahan pertanian kini dialihfungsikan untuk keperluan pembangunan.

Suroso turut menyoroti mahalnya biaya listrik untuk pengairan sawah, terutama saat musim tanam ketiga. Tanpa subsidi, mereka harus mengeluarkan biaya hingga 18 juta per musim, karena tarif listrik yang dikenakan adalah kategori pelanggan bisnis.

Menanggapi keluhan tersebut, LaNyalla menyatakan keprihatinannya dan berjanji akan membawa persoalan tersebut ke tingkat provinsi dan pusat.

Ia menekankan bahwa banyak masalah yang disampaikan berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi, terutama terkait pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan sistem irigasi.

“Saya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur agar ada langkah konkret yang bisa diambil. DPD memiliki peran mengawal aspirasi daerah agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun provinsi,” kata mantan Ketua DPD RI tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan negara dalam mendukung sektor pertanian yang semakin tertekan oleh perubahan iklim.

Pemerintah, menurutnya, harus menyediakan subsidi, alat produksi, dan penguatan kelembagaan petani agar ketahanan pangan tetap terjaga.

“Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Negara harus hadir dengan kebijakan yang berpihak,” ujarnya.

LaNyalla pun mengajak para petani untuk terus menyampaikan aspirasinya melalui jalur-jalur yang tersedia. Menurutnya, DPD RI siap menjadi saluran perjuangan agar suara petani dari daerah bisa didengar dan ditindaklanjuti. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250