
Jakarta – Pemuda Kaum Betawi mendorong keterlibatan generasi muda dalam organisasi kebetawian sebagai bagian dari upaya menjaga identitas sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan masyarakat Betawi di Jakarta.

Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan, mengatakan perubahan Jakarta yang semakin cepat menuntut masyarakat Betawi untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurut dia, organisasi kebetawian seperti Majelis Kaum Betawi (MKB) memiliki peran penting sebagai ruang berhimpun para tokoh Betawi sekaligus wadah merumuskan gagasan bagi masa depan masyarakat Betawi.
“Ke depan, MKB tidak hanya menjadi ruang bagi generasi senior, tetapi juga harus membuka jalan bagi generasi muda Betawi untuk terlibat aktif dalam proses berpikir dan menjalankan program organisasi,” kata Masykur dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
@redaksi.jakarta
Ia menilai regenerasi kepemimpinan Betawi tidak cukup hanya dengan pergantian generasi secara usia, melainkan harus melalui proses kaderisasi yang sistematis agar generasi muda memahami sejarah, identitas, dan perjuangan masyarakat Betawi.
Menurutnya, saat ini banyak anak muda Betawi yang memiliki potensi besar dan telah aktif di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, profesional, komunitas sosial, hingga ekonomi kreatif dan ruang digital.
Namun potensi tersebut, kata dia, belum sepenuhnya terhubung dengan organisasi kebetawian secara terstruktur.
“Partisipasi anak muda Betawi selama ini masih sporadis. Padahal jika diberikan ruang formal di dalam organisasi, mereka dapat menjadi kekuatan kolektif yang besar bagi masa depan Betawi,” ujarnya.
Karena itu, Masykur mendorong agar generasi muda Betawi memiliki ruang yang lebih jelas dalam struktur organisasi MKB sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan.
Ia menilai keterlibatan generasi muda akan memberikan energi baru bagi organisasi, terutama dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan dinamika perkotaan yang semakin kompleks.
“Kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan keberanian membaca perubahan merupakan kekuatan generasi muda hari ini. Jika potensi itu bersinergi dengan pengalaman para tokoh Betawi, maka masa depan masyarakat Betawi akan semakin kuat,” jelasnya.
Selain mendorong keterlibatan pemuda dalam organisasi kebetawian, Pemuda Kaum Betawi juga resmi membuka program kaderisasi melalui Akademi Kader Betawi.
Program kaderisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan generasi muda Betawi di tengah tantangan globalisasi, urbanisasi, dan perubahan demografi di Jakarta.
Program tersebut mengusung tema “Berakar pada Budaya, Berdaya dalam Perjuangan” dan dirancang sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kapasitas, serta jaringan kolaborasi lintas bidang bagi generasi muda Betawi.
Masykur mengatakan program ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda Betawi untuk menjaga identitas, nilai, serta marwah budaya Betawi agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
“Akademi Kader Betawi diharapkan melahirkan kader-kader muda Betawi yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat Betawi dan Jakarta,” katanya.
Ia menjelaskan program kaderisasi tersebut memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya menjaga identitas dan eksistensi masyarakat Betawi di Jakarta, menjamin regenerasi kepemimpinan yang terarah, meningkatkan kualitas serta daya saing generasi muda Betawi, serta memperkuat posisi sosial dan politik masyarakat Betawi dalam pembangunan kota.
Menurutnya, semangat kaderisasi ini juga terinspirasi dari perjuangan tokoh Betawi Mohammad Husni Thamrin yang dikenal sebagai figur yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan masyarakat Betawi pada masanya.
“Melalui kaderisasi ini, kami ingin melahirkan generasi muda Betawi yang tidak hanya bangga terhadap identitas budayanya, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial bagi masyarakat Betawi,” pungkasnya.
Tidak ada komentar