
REDAKSI JAKARTA – Advokat senior Dr. Jan Maringka menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut Jan, kondisi dunia yang diwarnai krisis energi, ancaman ketahanan pangan, serta dinamika geopolitik menuntut hadirnya kepemimpinan yang memiliki kapasitas strategis dan integritas kuat, tidak hanya di pemerintahan tetapi juga di organisasi strategis seperti IKAL Lemhannas.
Ia menyebut, kekosongan posisi Ketua Umum IKAL Lemhannas perlu segera diisi oleh figur yang mampu menggerakkan organisasi secara cepat dan tepat agar tidak terjadi stagnasi berkepanjangan.
“IKAL Lemhannas membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki integritas yang teruji serta kapasitas kepemimpinan yang kuat,” ujar Jan.
@redaksi.jakarta
Menurutnya, organisasi IKAL Lemhannas bukan sekadar wadah alumni biasa, melainkan forum strategis yang dihuni oleh tokoh-tokoh dengan latar belakang kepemimpinan sipil dan militer.
Karena itu, figur pemimpinnya harus memiliki standar tinggi dalam hal kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak, Pada Keterangan Persnya kamis 26/03/2026 di Jakarta.
Jan menilai, kriteria tersebut tercermin pada sosok Prof. Purnomo Yusgiantoro yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI bidang Energi.
Ia menyoroti rekam jejak panjang Purnomo yang pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode (2000–2009) serta Menteri Pertahanan (2009–2014).
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh Presiden di berbagai era menunjukkan kapasitas dan kredibilitas yang dimiliki.
“Beliau adalah figur yang memiliki pengalaman panjang sekaligus integritas yang terjaga dalam menjalankan amanah,” katanya.
Selain itu, Jan juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang menjunjung tinggi hukum.
Ia menilai Purnomo Yusgiantoro memiliki komitmen kuat terhadap prinsip tersebut dalam setiap kebijakan yang diambilnya.
“Beliau menempatkan hukum sebagai landasan utama, bukan sekadar formalitas dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Jan juga melihat keunggulan lain dari Purnomo terletak pada kemampuannya menggabungkan pendekatan akademik dan praktik.
Hal ini tercermin dari kiprahnya di dunia pendidikan, termasuk sebagai pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) serta akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi nilai penting dalam membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga kaya akan gagasan strategis.
Lebih lanjut, ia menilai Purnomo juga memiliki kemampuan membangun kerja tim yang solid serta mendorong kolaborasi antar anggota, sesuatu yang penting bagi organisasi seperti IKAL Lemhannas yang berbasis pada pertukaran pemikiran.
Jan menambahkan, IKAL Lemhannas ke depan diharapkan tidak hanya menjadi organisasi alumni, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan kebijakan.
“Kita butuh IKAL yang bisa menjadi mitra pemerintah, memberikan solusi, bukan sekadar pengamat,” ujarnya.
Dengan pengalaman, jaringan, serta kapasitas yang dimiliki, Jan menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan figur yang layak sekaligus dibutuhkan untuk memimpin IKAL Lemhannas periode 2026–2030.
“Beliau bukan hanya memenuhi kriteria, tetapi juga menjadi sosok yang sangat dibutuhkan dalam menjawab tantangan organisasi ke depan,” pungkasnya. (Red)
Tidak ada komentar