Lebaran Betawi Perkuat Identitas, Fauzi Bowo dan Pramono Anung Tekankan Nilai Kebersamaan

Admin Pusat
13 Apr 2026 12:05
3 menit membaca

REDAKSI JAKARTA— Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo, menegaskan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan pasca-Idulfitri, melainkan simbol kuat pelestarian nilai budaya di tengah derasnya arus modernisasi Jakarta.

banner 970x250

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri perhelatan Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, tradisi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga identitas budaya Betawi sebagai ruh Jakarta.

“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta gotong royong harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Fauzi.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 yang akrab disapa Foke itu juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Ia menjelaskan tradisi antaran sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua, yang sarat makna dan nilai adab dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Tema tahun ini, “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”, dinilai selaras dengan semangat menjaga harmoni di tengah keberagaman ibu kota.

“Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan. Betawi bersatu, Jakarta maju. Insyaallah Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak dalam merawat budaya lokal.

Menurutnya, tradisi ini bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Lebaran Betawi mengingatkan kita pada nilai saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga tradisi nyorog yang menjadi sarana menanamkan adab serta mempererat hubungan antargenerasi,” ujar Pramono.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik penyelenggaraan.

Lebih lanjut, Pramono juga mengungkapkan capaian positif Jakarta dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menyebut, Jakarta kini tercatat sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura.

“Capaian ini tidak lepas dari kebersamaan, kerukunan, dan persatuan warga Jakarta,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Stand Media Center MKB pada Minggu sore (12/4/2026) turut menghadirkan hiburan budaya yang meriah. Penampilan Ipank Hore-Hore bersama Baba RT Ompong (Betawi Bacot) menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Keduanya tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan nuansa khas Betawi melalui candaan segar dan pantun-pantun jenaka yang mengundang tawa. Suasana semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi para pengunjung yang berpartisipasi dalam berbagai permainan interaktif.

Perhelatan Lebaran Betawi 2026 sendiri kembali menjadi momentum silaturahmi lintas elemen masyarakat, sekaligus ruang strategis dalam memperkuat identitas budaya Betawi di tengah wajah Jakarta sebagai kota global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250