Syafrudin Budiman Optimistis RI Keluar dari ‘Kutukan’ Pertumbuhan 5%, Ekonomi OTW 6%

Admin Pusat
22 Apr 2026 19:38
INDONESIA 0 179
3 menit membaca

Jakarta – Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia Syafrudin Budiman optimistis Indonesia mampu keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang berlangsung selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen pada 2026 dinilai realistis seiring dorongan konsumsi domestik, investasi, dan percepatan belanja pemerintah.

banner 970x250

“Indonesia berpeluang keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Saya melihat ekonomi nasional on the way menuju 6 persen bahkan bisa lebih tinggi,” kata Syafrudin Budiman dalam keterangannya, Rabu (24/2/2026).

Ia menilai selama 12 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung tertahan di level 5 persen, mulai era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, hingga awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Syafrudin mengutip sejumlah data dan proyeksi pemerintah yang menunjukkan tren penguatan ekonomi nasional. Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen secara tahunan.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut dia, pertumbuhan itu akan ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, hilirisasi sumber daya alam, serta percepatan belanja negara. Bahkan, pada kuartal I 2026 pertumbuhan ekonomi diproyeksi bisa mencapai 5,5 persen hingga 6 persen.

“Momentum awal tahun sangat kuat karena ditopang konsumsi masyarakat saat liburan Januari dan perputaran ekonomi menjelang Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Syafrudin juga menyoroti optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6 persen pada kuartal I 2026. Menurutnya, optimisme itu didukung percepatan belanja APBN yang ditargetkan mencapai Rp 809 triliun pada awal tahun.

Selain itu, pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai stimulus seperti percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), paket stimulus ekonomi, hingga dorongan investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Kalau target kuartal pertama 6 persen tercapai, itu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen,” katanya.

Ia menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto juga berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian nasional. Fokus tersebut terlihat dari dorongan hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, energi, hingga pengurangan ketergantungan impor.

Menurut Syafrudin, strategi itu menjadi modal penting menghadapi ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perang dagang, hingga perlambatan ekonomi dunia.

“Prabowo ingin membangun kemandirian ekonomi nasional melalui hilirisasi dan penguatan sektor produktif dalam negeri. Ini bisa menjadi mesin pertumbuhan baru Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah ekonom masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5 persen hingga 5,4 persen. Faktor daya beli masyarakat, tekanan upah riil, dan tantangan global dinilai masih menjadi hambatan struktural.

Namun Syafrudin tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen hingga 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo dapat tercapai secara bertahap.

“Saya yakin di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen selama 12 tahun terakhir bisa dipecahkan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250