Pengamat UMKM Soroti Potensi Dampak MBG terhadap Kenaikan Harga Bahan Baku, Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan Pasar

Admin Pusat
20 Jul 2026 12:33
NASIONAL NEWS 0 419
2 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai telah membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

banner 970x250

Namun, di sisi lain, meningkatnya kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar juga dinilai berpotensi menimbulkan tekanan terhadap harga bahan baku di sejumlah daerah.

Pengamat dan Praktisi UMKM, Olih Solehudin, mengatakan pembelian bahan pangan dalam skala besar oleh dapur-dapur MBG berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan di pasar apabila tidak diimbangi dengan manajemen distribusi yang baik.

“Ketika kebutuhan bahan baku meningkat secara signifikan karena pembelian massal oleh dapur MBG, maka permintaan di pasar ikut naik. Jika pasokan tidak bertambah, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga yang akhirnya dirasakan oleh pelaku UMKM, khususnya usaha kuliner dan makanan skala kecil,” ujar Olih, Minggu (19/7).

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurutnya, UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki daya beli terbatas sehingga lebih rentan terdampak ketika harga bahan baku seperti beras, telur, ayam, minyak goreng, sayuran, maupun bumbu dapur mengalami kenaikan.

Olih menegaskan, pemerintah perlu memastikan implementasi Program MBG tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat.

Ia mendorong adanya pemetaan kebutuhan bahan baku, penguatan produksi petani dan peternak lokal, serta pengawasan distribusi agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.

“Program MBG merupakan program strategis yang memiliki tujuan baik untuk meningkatkan gizi masyarakat. Namun pelaksanaannya juga harus memperhatikan keberlangsungan UMKM agar tidak kehilangan daya saing akibat naiknya biaya produksi,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah memperluas kemitraan dengan UMKM lokal sebagai pemasok resmi dapur MBG sehingga manfaat ekonomi program tersebut dapat dirasakan lebih merata, tanpa menimbulkan distorsi terhadap mekanisme pasar.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menyatakan Program MBG justru telah melibatkan puluhan ribu UMKM dalam rantai pasok nasional dan diyakini mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Pemerintah juga menerapkan survei harga bahan pangan secara berkala serta memperketat pengawasan terhadap praktik mark up dalam pengadaan bahan baku guna menjaga kewajaran harga dan keberlanjutan program.

Meski demikian, Olih menilai evaluasi terhadap dampak MBG terhadap dinamika harga di pasar tetap perlu dilakukan secara berkala agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal, baik bagi penerima manfaat maupun bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250