PEMKRIS Resmi Dikukuhkan, Joshua Tewuh Pimpin Periode 2026-2031

Admin Pusat
21 Agu 2026 12:38
NASIONAL NEWS 0 197
3 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA — Perhimpunan Pemimpin dan Tokoh Kristen Indonesia (PEMKRIS) resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2026-2031.

banner 970x250

Pelantikan dan deklarasi tersebut berlangsung di CWS Hall, Gedung Kenanga, Senen, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th. resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP PEMKRIS periode 2026-2031.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengawas PEMKRIS, Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH, dan disaksikan jajaran Dewan Pengawas, termasuk mantan Menteri Hukum dan HAM Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, SH, MH.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama RI, di antaranya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI Dr. Jeane Marie Tulung serta Staf Ahli Menteri Agama Dr. Gugun Gumilar, MA, PhD.

Sejumlah tokoh juga menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Yasonna Laoly, Theo L. Sambuaga, Dharma Pongrekun, Ronny F. Sompie, Jeane Marie Tulung, dan Gugun Gumilar.

Kehadiran PEMKRIS menjadi langkah untuk membangun wadah bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai denominasi serta latar belakang di Indonesia.

Organisasi tersebut menghimpun sejumlah unsur masyarakat Kristen, mulai dari rohaniawan, cendekiawan, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari kalangan militer dan kepolisian.

Perjuangkan Hak Konstitusional Umat Kristen

PEMKRIS membawa visi menjadi rumah besar bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen interdenominasi di Indonesia.

Organisasi ini juga memposisikan diri sebagai mitra pemerintah dalam mendampingi, mengawal, mengadvokasi, serta memperjuangkan hak-hak konstitusional umat Kristen.

Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th., mengatakan organisasi yang dipimpinnya dibentuk untuk menyatukan potensi, gagasan, dan peran para pemimpin serta tokoh Kristen agar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“PEMKRIS hadir untuk menjadi rumah besar bersama. Kami ingin membangun persatuan, memperkuat peran kepemimpinan, serta menghadirkan wadah yang mampu mendampingi dan memperjuangkan berbagai kepentingan umat secara konstruktif, dialogis, dan sesuai dengan koridor hukum serta konstitusi,” ujar Joshua.

Menurutnya, keberadaan PEMKRIS diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan komunikasi antartokoh Kristen sekaligus menjadi ruang bersama untuk mendorong kontribusi umat dalam pembangunan nasional.

Dalam menjalankan programnya, PEMKRIS menyatakan komitmen untuk berperan dalam berbagai bidang, termasuk hukum dan hak asasi manusia, sosial, budaya, pendidikan Kristen, moderasi beragama, hingga hubungan internasional.

PEMKRIS juga menegaskan karakter organisasinya sebagai wadah yang terbuka, ekumenis, interdenominasi, lintas golongan, dan independen. Organisasi tersebut menyatakan tidak menjadi bagian, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari partai politik.

Dalam menjalankan perannya, PEMKRIS menempatkan diri sebagai kolaborator dalam membangun sinergi dengan pemerintah, konektor bagi para pemimpin dan tokoh Kristen, mediator dalam menghadapi berbagai persoalan, sekaligus navigator bagi pengembangan kehidupan Kekristenan di Indonesia.

Pelantikan kepengurusan periode 2026-2031 tersebut menjadi momentum awal bagi PEMKRIS untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun kontribusi bersama dalam kehidupan sosial, kebangsaan, serta pembangunan Indonesia. (Hans)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250