
REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA – Tokoh Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke, resmi dipercaya memimpin Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Pengukuhan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Dalam pengukuhan tersebut, Fauzi Bowo juga menyandang gelar Dato Mualim Ahlul Adat, sebagai bagian dari kepemimpinan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Penunjukan Fauzi Bowo menjadi momentum penting bagi perjalanan kelembagaan masyarakat Betawi. Sosok Foke dinilai memiliki pengalaman panjang, pemahaman mendalam mengenai Jakarta serta kapasitas untuk menyatukan berbagai unsur dan entitas kebudayaan Betawi dalam satu wadah bersama.
@redaksi.jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Betawi sebagai bagian penting dari Jakarta.
Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut juga memiliki dasar hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, yang mengamanatkan pemajuan serta penguatan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi.
Pramono menilai Fauzi Bowo merupakan figur yang tepat untuk mengemban amanah tersebut. Selain dikenal sebagai tokoh Betawi, pengalaman Foke pernah memimpin Jakarta menjadi modal penting dalam membangun dan mengembangkan lembaga adat ke depan.
“Beliau adalah tokoh Betawi dengan pengalaman panjang dan pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tentunya beliau memahami dan mengerti apa yang perlu dikembangkan oleh lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini,” ujar Pramono.
Foke Siap Jadikan Lembaga Adat sebagai Rumah Besar Kaum Betawi
Fauzi Bowo menyambut amanah tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dan mendukung proses pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Menurut Foke, gagasan untuk membentuk lembaga adat sebenarnya telah berkembang sejak lama. Namun, keberagaman organisasi, kelompok dan entitas masyarakat Betawi membuat proses penyatuan tersebut membutuhkan waktu serta perjalanan yang tidak mudah.
“Ini patut kita syukuri dan saya ingin menyampaikan penghargaan serta terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan dan terwujudnya lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini,” ungkap Fauzi Bowo.
Ke depan, Foke berharap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dapat menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Betawi.
Lembaga tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menjadi wadah bersama dalam menjaga, melestarikan dan memajukan identitas serta kebudayaan asli Jakarta.
Menurutnya, penyatuan berbagai elemen masyarakat Betawi merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kebersamaan dan komitmen dari seluruh pihak.
Foke juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Gubernur Pramono Anung, yang dinilainya memiliki kesabaran dalam mengawal dinamika panjang pembentukan lembaga tersebut.
Dengan dikukuhkannya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo, diharapkan upaya pelestarian budaya Betawi dapat semakin terarah.
Keberadaan lembaga ini juga diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga identitas Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global dan pusat pemerintahan(Red)
Tidak ada komentar