Cegah Politik Identitas, LSPI Apresiasi Ide Kapolri Listyo Sigit Soal Rumah Kebangsaan

Redaksi Jakarta
13 Apr 2023 21:41
NEWS 0 175
2 menit membaca

RedaksiJakarta – Koordinator Nasional Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Dinal Gusti mendukung penuh gagasan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam memerangi politik identitas pada Pemilu 2024.

banner 970x250

Menurut Dinal Gusti, gagasan Kapolri soal pembentukan Rumah Kebangsaan sebagai ‘Cooling System’ sangat potensial mencegah terjadinya anomali kepemiluan.

“Gagasan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit soal pembentukan Rumah Kebangsaan ini perlu didukung oleh masyarakat Indonesia,” ujar Dinal kepada pers, di Jakarta (14/4/2023).

“Dengan adanya Rumah Kebangsaan ini, kita patut optimis polarisasi sosial yang sempat terjadi di tahun politik 2019 tidak akan mengulang kembali. Ini ide cerdas yang patut diapresiasi,” sambungnya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Dinal melanjutkan, pembentukan Rumah Kebangsaan sebagai Cooling System Strategy yang digagas oleh Kapolri perlu diperluas hingga ke seluruh Provinsi di Indonesia.

“Sebagai Cooling System Strategy, ide Rumah Kebangsaan yang digagas Kapolri ini kami rasa perlu diperluas hingga ke seluruh penjuru negeri. Jadi, tidak hanya 12, tapi 38 Rumah Kebangsaan,” tuturnya.

Di tempat berbeda, Sekretaris Jenderal LSPI, Deni Wahyudi turut mengapresiasi ide Kapolri terkait pengerahan Personil Brimob untuk meminimalisir kelalaian petugas pemilu di lapangan.

“Salah satu hal yang menjadi perhatian kami sebagai Pemantau Pemilu adalah soal efektivitas dan efisiensi proses distribusi logistik Pemilu,” ucap Deni kepada wartawan, di Kota Depok (14/4/2023).

“Menurut kami, kelalaian petugas pemilu di lapangan sangat berpotensi terjadi. Kita harap dengan hadirnya personil Brimob yang dikerahkan untuk mengamankan logistik bisa menjadi solusi,” terang Deni.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Kapolri Listyo Sigit, personel Brimob khusus Pemilu itu akan ditempatkan dalam tujuh zonasi dan diharapkan turut membantu mobilisasi logistik pemilu.

“Pasukan Brimob dibagi ke dalam tujuh zonasi di seluruh wilayah Indonesia yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian, mereka akan saling mem-back up dalam rangka pengamanan pemilu,” kata mantan Ajudan Presiden Jokowi itu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250