
Aceh Selatan – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Aceh Selatan menggelar syukuran dan santunan anak yatim di Dusun Tengah, Desa Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Minggu (17/8/2025).

Acara ini didukung Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan sebagai bagian dari peringatan 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus HUT ke-80 RI. Sekitar 100 tamu undangan hadir, mulai dari tokoh masyarakat, pimpinan pesantren, pengurus KPA, hingga perwakilan lembaga daerah.
Tokoh masyarakat Kampung Paya, Damirsyam, menyampaikan apresiasi kepada para undangan. “Mari kita isi kemerdekaan dengan menjaga perdamaian ini. Semoga acara ini penuh berkah,” ujarnya.
Juru Bicara KPA Lhok Tapaktuan, Jalaluddin alias Buyung Tangah, mewakili Ketua KPA Juwandra atau Wan Marinir, menyebut kegiatan syukuran dan santunan anak yatim lebih bermanfaat dibanding perlombaan semata.
@redaksi.jakarta
“Beginilah kegiatan yang seharusnya dilakukan, jauh lebih bermanfaat daripada tarik tambang atau panjat pinang,” katanya.
Buyung juga mengingatkan pentingnya merawat perdamaian yang sudah berjalan dua dekade. Ia menilai masih ada sejumlah poin MoU Helsinki yang belum direalisasikan pemerintah pusat, termasuk pembagian lahan 2 hektare untuk eks kombatan GAM.
“Dua dekade sudah berlalu, tapi masih banyak janji yang belum dipenuhi. Kami tidak ingin ada konflik baru, kami ingin damai sekarang,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini Muzakir Manaf tengah memperjuangkan dana abadi Rp 1 triliun untuk eks kombatan GAM. “Kita harus dukung, karena ini adalah hak Aceh,” pungkasnya.
Tidak ada komentar