Foto : Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi H. Masykur Isnan bersama jajaran pengurus saat peresmian Basecamp Pemuda Kaum Betawi dan Warung Kopi Ciganjur (Warkocig) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/2026).REDAKSI JAKARTA- Pemuda Kaum Betawi meresmikan Basecamp Pemuda Kaum Betawi sekaligus Warung Kopi Ciganjur (Warkocig) di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/2026).

Peresmian ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ruang konsolidasi, kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda Betawi di tengah arus digitalisasi.
Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi H. Masykur Isnan mengatakan Basecamp dan Warkocig bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan dirancang sebagai pusat lahirnya gagasan dan inisiatif pemuda Betawi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pemuda Kaum Betawi bukan organisasi basis massa, tetapi basis intelektual. Fokus kami pendidikan dan kewirausahaan sebagai fondasi agar pemuda Betawi mampu berdiri sejajar dan berdaya saing di ruang digital,” ujar Masykur.
@redaksi.jakarta
Ia menegaskan penguatan peran pemuda harus dibangun di atas etika sosial dan hubungan antargenerasi yang saling menghormati.
“Anak muda itu bukan salah tempat. Anak muda punya ruang dan perannya sendiri. Anak muda kudu hormat dengan yang tua, dan yang tua juga kudu menghormati yang muda. Kalau saling menghargai, maka dialog, inovasi, dan kemajuan bisa tumbuh,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran Basecamp dan Warkocig menjadi wadah bagi pemuda Betawi untuk berekspresi, belajar, dan berkolaborasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Betawi Fauzi Bowo menilai digitalisasi merupakan peluang besar bagi masyarakat Betawi untuk memperluas jangkauan nilai dan tradisi.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Betawi harus hadir dan mengambil peran. Melalui ruang digital, budaya Betawi bisa dikenal lebih luas,” ujar Fauzi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor dalam memajukan masyarakat Betawi.
“Kolaborasi antara pemuda, tokoh adat, komunitas, dan media adalah kunci utama untuk memajukan Betawi,” katanya.
Peresmian tersebut dirangkaikan dengan santunan anak yatim, pemutaran video dokumenter, serta pertunjukan seni dan budaya Betawi.
Seluruh panitia dan kader Pemuda Kaum Betawi mengenakan kaos bertema ‘Betawi Revolusi’ sebagai simbol semangat perubahan dan kebangkitan pemuda.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pihak, antara lain Forum Jurnalis Betawi, The Betawie, dan Info Betawi, serta didukung media partner Betawi Bacot, WARKOCAG, dan WARKOCIG.
Sejumlah seniman dan kreator Betawi juga tampil memeriahkan acara, seperti Akustik Jakarta Kota Kite, Ipank Hore-hore, Ezhafad (mural artist Betawi), dan Canda Karsa (stand up komedi Betawi).
Pemuda Kaum Betawi berharap Basecamp dan Warkocig dapat menjadi simpul kolaborasi, pusat intelektualitas, sekaligus ruang penguatan identitas pemuda Betawi dalam menjawab tantangan era digital. (Red)
Tidak ada komentar