
Redaksi Jakarta, 8 September 2024 – Dalam upaya meredakan ketegangan yang memanas di Kalijodo, Jakarta Utara, Daeng Jamal, seorang tokoh masyarakat Sulawesi, mengambil keputusan besar untuk menyerahkan pengelolaan Kalijodo secara legowo demi menghindari konflik yang lebih serius. Keputusan ini diambil setelah terjadinya keributan antara dua kelompok yang melibatkan sesama perantau dari Sulawesi.

Kalijodo, yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas warga di Jakarta, berada di bawah pengelolaan CV. Bintang Timur melalui kesepakatan resmi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) No. 28 Tahun 2019.
Kerjasama ini memberikan hak kepada CV. Bintang Timur untuk mengelola parkir di pelataran RPTRA Kalijodo, yang menegaskan bahwa keberadaan Daeng Jamal dan timnya di area tersebut adalah sah.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, ketegangan antar warga Sulawesi di Kalijodo meningkat hingga menyebabkan bentrokan fisik.
@redaksi.jakarta
Merespon hal ini, Daeng Jamal secara ikhlas memutuskan untuk melepaskan kendali atas Kalijodo guna menghindari pertumpahan darah antar saudara.
“Saya memilih menyerahkan Kalijodo demi menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak rantau dari Sulawesi. Persaudaraan jauh lebih berharga dibandingkan materi apa pun,” ujarnya.
Komitmen Jaga Persaudaraan dan Persatuan
Daeng Jamal menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan menghindari perpecahan di antara komunitas Sulawesi yang tinggal di Jakarta.
“Apa gunanya kita memiliki kekayaan jika harus mengorbankan tali persaudaraan yang telah kita bangun? Saya memilih jalan damai, dan berharap semua pihak bisa menghargai keputusan ini,” tambahnya.
Sementara itu, berbagai tokoh masyarakat Sulawesi kini tengah berupaya untuk menengahi konflik yang terjadi, dengan tujuan menciptakan perdamaian yang langgeng.
Daeng Jamal pun mengajak seluruh pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas), aktivis, dan warga, untuk tetap menjaga situasi kondusif menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.
Seruan untuk Jaga Kebenaran Informasi
Selain itu, Daeng Jamal juga menyampaikan imbauannya kepada media untuk memberikan pemberitaan yang seimbang dan tidak memihak. “Saya harap, sebelum memberitakan, media bisa melakukan konfirmasi kepada pihak yang terlibat agar tidak ada berita hoaks yang beredar di publik,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa media memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang turut mencerdaskan masyarakat.
Ia juga meluruskan isu yang sempat beredar mengenai dugaan perusakan rumah milik keluarga Daenk Asiz oleh kelompoknya. “Itu tidak benar. Justru barang-barang saya yang dijarah pada awal kericuhan. Saya berharap pusaka dan barang-barang saya segera dikembalikan,” ungkapnya.
Ajak Jaga Kebersamaan dalam Kebhinekaan
Dalam kesempatan yang sama, Daeng Jamal mengajak seluruh anak bangsa untuk menjaga persatuan dan mengedepankan nilai-nilai kebhinekaan. “Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai UUD 1945, Pancasila, dan nilai-nilai moral serta religius. Ini menjadi barometer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis,” katanya, mengutip ayat Alquran Surat Ali Imran yang menyerukan persatuan umat.
Dengan menyerahkan Kalijodo, Daeng Jamal berharap konflik antar kelompok di wilayah tersebut dapat terselesaikan dengan damai. “Keselamatan dan perdamaian jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan kepentingan pribadi. Saya berharap semua pihak dapat merespon dengan bijak dan terus menjaga ketertiban,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendinginkan situasi dan mencegah eskalasi konflik di Kalijodo, sekaligus menjadi contoh betapa persaudaraan dan kebersamaan adalah nilai yang tak ternilai harganya bagi bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar