Haul Agung Jayakarta 2025, Doa untuk Nusantara Bersatu dan Indonesia Emas

Admin Pusat
6 Sep 2025 12:56
DAERAH 0 459
2 menit membaca

Jakarta – Lembaga Pemangku Adat Jayakarta kembali menggelar Haul Agung Jayakarta 2025 sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, tokoh, dan pejuang Jayakarta yang berperan penting dalam sejarah lahirnya Jakarta.

banner 970x250

Acara yang berlangsung khidmat ini diwarnai doa bersama, pembacaan sejarah perjuangan Jayakarta, hingga pembacaan Sabdo Raja yang dipimpin langsung oleh Pangeran Ratu Jayakarta IX, Ratu Bagus Abi Munawir Al Madani Mertakusuma.

Dalam sambutannya Kamis 4 September 2025, Pangeran Ratu Jayakarta IX menegaskan bahwa Haul Agung Jayakarta bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga nilai budaya, persatuan, dan jati diri bangsa.

“Haul ini adalah momentum mendoakan para leluhur sekaligus meneguhkan kembali jati diri masyarakat Betawi sebagai pewaris budaya Jayakarta,” ujarnya.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Rangkaian acara tahun ini diawali dengan Seminar Sarasehan Sejarah Jayakarta yang menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Prof. Jajat dari UIN, Prof. Dr. Bondan dari UI, serta penanggap dari Kanjeng Pangeran Haryo Ian Taufik, utusan trah Cirebon.

Seminar tersebut juga dihadiri para tamu kerajaan, sultan se-Nusantara, keluarga kerajaan internasional, serta pemangku kepentingan dari pemerintah.

Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW, lalu diikuti Kirab Budaya Pusaka Ageman Jayakarta.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Sabdo Raja yang dipimpin Pangeran Ratu Jayakarta IX bersama para raja dan sultan dari berbagai daerah. Dalam pembacaan itu, dipanjatkan doa agar Nusantara tetap bersatu, Indonesia maju, rakyat makmur sejahtera, dan Jayakarta senantiasa raharja.

Menurut Lembaga Pemangku Adat Jayakarta, pelaksanaan Haul Agung Jayakarta merujuk pada manuskrip Al Fatawi, kitab warisan leluhur yang memuat konsep sejarah dan spiritualitas Jayakarta.

Pangeran Ratu Jayakarta IX menegaskan, Sabdo Raja juga menjadi pesan peringatan agar bangsa Indonesia menjauhi kezaliman, sekaligus doa agar para pemimpin negeri senantiasa amanah dalam menata negara.

“Haul Agung Jayakarta bukan hanya ritual, tetapi juga pengingat akan cita-cita leluhur untuk menjadikan negeri ini baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” tegasnya.

Lembaga Pemangku Adat Jayakarta berharap momentum tahun 2025 ini dapat menjadi awal perbaikan menuju Indonesia Emas, dengan persatuan bangsa dan kelestarian budaya Betawi sebagai pondasi penting dalam perjalanan bangsa ke depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250