Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Tim Dosen Pulang Kampung IPB University Pimpin Pelatihan Pemanfaatan Kasgot Maggot BSF di Desa Tales Kediri

Admin Pusat
17 Agu 2026 13:35
INDONESIA NEWS 0 189
2 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | KEDIRI — Upaya memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan terus dilakukan melalui pengembangan teknologi pengelolaan limbah organik.

banner 970x250

Salah satunya melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) tersebut memberikan pelatihan kepada 24 petani-peternak dan sembilan perangkat Desa Tales mengenai pemanfaatan kasgot, yakni sisa media budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, sebagai bahan pembenah tanah dan pupuk organik.

Materi pelatihan disampaikan oleh dosen IPB University, Ririh Sekar Mardisiwi, SP, M.Si. Ia menjelaskan bahwa kasgot memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mendukung kesuburan tanah karena berasal dari proses penguraian bahan organik oleh larva BSF.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Menurut Ririh, pemanfaatan kasgot juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis.

Selain berpotensi memberikan manfaat bagi kondisi tanah, penggunaan produk samping budidaya maggot tersebut dapat membuka peluang efisiensi biaya dalam kegiatan pertanian.

“Melalui program Dospulkam IPB University, kami ingin menunjukkan bahwa siklus budidaya BSF memberikan nilai tambah ganda. Selain menghasilkan maggot sebagai pakan peternakan, kasgot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah alami untuk mendukung pertanian bio-organik di Desa Tales,” ujar Ririh.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan kasgot. Tim IPB University juga memperkenalkan konsep zero waste dalam pengelolaan bahan organik.

Materi tersebut disampaikan Luvy Dellarosa, ST, MT., yang mengajak peserta memahami pentingnya mengoptimalkan kembali limbah organik agar memiliki nilai guna.

Peserta kemudian mengikuti sesi diskusi bersama Nasrul Ulum yang membagikan pengalaman terkait pengembangan usaha berbasis maggot dan kasgot.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam berbahan kasgot serta pengolahan produk yang berkaitan dengan budidaya BSF.

Perwakilan Kepala Desa Tales, Irwanto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Tim Dospulkam IPB University.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya petani dan peternak, dalam mengembangkan alternatif pengelolaan bahan organik yang memiliki nilai ekonomi.

Untuk mengukur pemahaman peserta, rangkaian pelatihan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama.

Program Dospulkam IPB University diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan di tingkat masyarakat.

Pemanfaatan kasgot secara berkelanjutan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertanian Desa Tales yang lebih efisien, mandiri, dan memperhatikan aspek lingkungan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250