ISW Soroti Rekam Jejak Norman Joesoef, Dinilai Berpeluang Dorong Lompatan Industri Pertahanan

Redaksi Eksekutif
8 Agu 2026 16:16
NASIONAL NEWS 0 480
4 menit membaca

REDAKSIJAKARTA.COM | JAKARTA – Indonesia Strategic Watch (ISW) menilai Norman Joesoef memiliki sejumlah pengalaman strategis yang dapat menjadi modal dalam mendorong transformasi industri pertahanan Indonesia.

banner 970x250

Pengalaman di bidang industri, teknologi pertahanan, serta hubungan dengan sejumlah mitra strategis internasional dinilai relevan dengan kebutuhan penguatan kemandirian pertahanan nasional.

Koordinator Nasional ISW, Samuel Tampubolon, mengatakan Indonesia membutuhkan figur yang tidak hanya memahami tata kelola pertahanan dari sisi pemerintahan, tetapi juga memiliki pengalaman dalam membangun ekosistem industri dan teknologi pertahanan.

Menurut Samuel, dinamika keamanan global yang terus berkembang membuat Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional.

Embed TikTok Profile
@redaksi.jakarta

Ketergantungan terhadap produk pertahanan dari luar negeri, kata dia, harus secara bertahap diimbangi dengan kemampuan riset, produksi, dan penguasaan teknologi di dalam negeri.

“ISW mendukung penuh Norman Joesoef. Pengalaman di sektor industri, teknologi, dan jejaring internasional merupakan modal yang relevan untuk mempercepat transformasi pertahanan Indonesia,” ujar Samuel dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Pengalaman di Industri Pertahanan

ISW turut menyoroti perjalanan Norman Joesoef dalam membangun Republikorp sejak 2013. Menurut organisasi tersebut, pengalaman itu menjadi salah satu indikator keterlibatan Norman dalam pengembangan kapasitas industri pertahanan swasta nasional.

Dalam perjalanannya, Norman disebut membangun komunikasi dengan sejumlah perusahaan pertahanan internasional, termasuk industri asal Turki seperti Roketsan dan Aselsan.

Penjajakan tersebut antara lain dikaitkan dengan berbagai teknologi pertahanan, termasuk rudal permukaan-ke-permukaan Cakir dan sistem pertahanan udara Sungur.

ISW memandang pengalaman tersebut sebagai bagian dari kemampuan membangun diplomasi industri pertahanan.

Artinya, hubungan dengan mitra luar negeri tidak semata diarahkan pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga dapat membuka ruang bagi pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.

Jejaring Norman juga disebut berkembang pada bidang teknologi nirawak.

Dalam sejumlah agenda industri pertahanan, termasuk SAHA Expo, Norman disebut membangun komunikasi dengan CEO Baykar, Haluk Bayraktar, terkait perkembangan teknologi pesawat tempur nirawak, termasuk Bayraktar Kizilelma.

Perluas Diversifikasi Mitra

Selain Turki, ISW menyebut Norman memiliki pengalaman membangun komunikasi dan penjajakan dengan sejumlah mitra strategis lain, antara lain India melalui teknologi rudal BrahMos dan Uni Emirat Arab melalui EDGE Group.

Bagi ISW, jejaring tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk memperluas pilihan kerja sama pertahanan Indonesia.

Diversifikasi mitra dinilai penting agar Indonesia memiliki ruang negosiasi yang lebih luas sekaligus dapat membuka peluang pengembangan teknologi dan kapasitas industri dalam negeri.

Namun demikian, ISW mengingatkan bahwa kerja sama pertahanan internasional seharusnya tidak berhenti pada transaksi pengadaan.

Setiap kerja sama, menurut ISW, perlu diarahkan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia, seperti transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, riset bersama, pengembangan industri komponen nasional, hingga peningkatan kemampuan produksi di dalam negeri.

“Jejaring internasional adalah modal awal. Yang lebih penting bagaimana jejaring tersebut diterjemahkan menjadi teknologi, investasi, riset, peningkatan SDM, dan kapasitas industri dalam negeri,” kata Samuel.

Pengalaman Diplomasi Internasional

ISW juga menilai pengalaman Norman dalam berbagai forum internasional dapat menjadi nilai tambah apabila dirinya mendapatkan mandat untuk berperan dalam pemerintahan.

Norman disebut pernah mendampingi delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Mei 2026.

Selain itu, ia juga disebut terlibat dalam agenda Indonesia di India pada Juli 2026 dan diperkenalkan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.

Menurut ISW, pengalaman tersebut berpotensi memperkuat konektivitas antara kepentingan industri pertahanan nasional dengan jejaring strategis internasional.

Meski demikian, organisasi tersebut menekankan pentingnya memastikan seluruh kerja sama pertahanan tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional, profesionalisme, transparansi, serta tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dorong AI hingga Teknologi Nirawak

ISW berpandangan bahwa transformasi pertahanan Indonesia ke depan membutuhkan agenda yang lebih luas.

Jika Norman Joesoef memperoleh mandat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, ISW berharap sejumlah sektor strategis dapat menjadi perhatian.

Di antaranya percepatan kemandirian industri pertahanan, penguatan riset dan inovasi, pengembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi nirawak, peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri dan perguruan tinggi, serta penguatan sumber daya manusia.

ISW juga menekankan agar setiap bentuk kerja sama pertahanan dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme dan pencegahan konflik kepentingan.

“Jika dipercaya menjadi Wamenhan, kami berharap Norman mampu membawa pengalaman tersebut menjadi kekuatan strategis bagi Indonesia,” tegas Samuel.

Atas pandangan tersebut, ISW menyatakan dukungannya terhadap Norman Joesoef dan menilai pengalaman industri, teknologi serta jejaring internasional yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk menghadirkan perspektif baru dalam pembangunan pertahanan nasional.

ISW berharap pengalaman tersebut nantinya dapat diarahkan untuk memperkuat diplomasi pertahanan, mempercepat penguasaan teknologi, serta mendorong industri pertahanan menjadi bagian penting dari upaya membangun kedaulatan teknologi dan kemandirian strategis Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Info Terbaru Kami di Google News 👇

xbanner 970x250

banner 970x250